Breaking News:

Maluku Terkini

Kasus Pengaduan Husein Minangkabau atas Lucky Wattimury Dihentikan Kepolisian, Bukan Tindak Pidana

Pasalnya, berdasarkan hasil Gelar Perkara, pelaporan tersebut bukan tindak pidana.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Tanita
Kasus dugaan penipuan yang dilaporkan Husein Minangkabau atas Mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury dihentikan kepolisian. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kasus dugaan penipuan yang dilaporkan Husein Minangkabau atas Mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury dihentikan kepolisian.

Pasalnya, berdasarkan hasil Gelar Perkara, pelaporan tersebut bukan tindak pidana.

Penghentian penyidikan pun telah tertuang dalam surat keterapan Ditreskrimum Polda Maluku Nomor: SP.TAP/324.a/XII/2022/Ditreskrimum Tentang Penghentian Penyelidikan.

Demikian disampaikan Pengacara Lucky Wattimury, Ali M. Basri Salampessy, Jumat (13/1/2023).

"Dengan dikeluarnya surat ini maka perlu kami sampaikan kepada publik bahwa berdasarkan hasil gelar perkara Ditreskrimum tanggal 28 Desember 2022 memutuskan Perkara yang dilaporkan Saudara Husein Minangkabau dihentikan penyelidikannya karena bukan merupakan tindak pidana," kata Salampessy.

Dengan dihentikannya penyelidikan tersebut, Salampessy mengaku kliennya masih mempertimbangkan untuk memproses Husein atas pencemaran nama baik.

Baca juga: Kuasa Hukum Pastikan Abdul Wahab Latuamury Cabut Laporan Polisi Terhadap Lucky Wattimury

Ataupun perbuatan melawan hukum.

Pasalnya, akibat pelaporan Husein, Wattimury harus dibebastugaskan dari PDIP, bahkan berujung lepas jabatan dari Ketua DPRD Provinsi Maluku.

"Selaku kuasa hukum kami tinggal menunggu petunjuk dari klien Apakah Akan Memproses Sdr. Husein Minangkabau Secara Pidana Karena dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik Klien kami ataukah secara perdata karena telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang mengakibatkan Klien kami di bebastugaskan dari jabatannya oleh DPP PDI Perjuangan," jelasnya.

Lanjutnya, kini bisa bernapas lega dan berharap tak terulang lagi.

"Klien kami di Zholimi, coba dikriminalisasi tapi Tuhan tidak buta, pada akhirnya satu persatu fahta terkuak, sementara Sdr Husein Minangkabau Laporannya telah dihentikan penyelidikannya karena bukan suatu tindak pidana, saya teringat bahasanya Prof Sahetapi “sekalipun Kejahatan itu berlari sangat cepat tapi pada akhirnya Kebenaranlah yang akan Menang," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved