Kebakaran di Ambon
Pemkot Minta Warga Indekos Korban Kebakaran Lorong Pabrik Tahu Harus Mandiri
Pemkot Ambon meminta warga indekos di Lorong Pabrik Tahu, Kelurahan Rijali yang terdampak kebakaran harus mandiri.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemkot Ambon meminta warga indekos di Lorong Pabrik Tahu, Kelurahan Rijali yang terdampak kebakaran harus mandiri.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Ambon, Nurhayati Jasin mengatakan, para korban kebakaran itu harus bisa mandiri dan mencari indekos lainnya untuk melanjutkan hidup.
“Diharapkan para korban yang awalnya mendiami indekos agar dapat mencari indekos yang baru dan bisa melanjutkan kehidupannya secara mandiri, tidak lagi tinggal di tenda penampungan,” kata Nurhajati Jasin.
Dijelaskan, para warga indekos itu nantinya akan difasilitasi logistik dan peralatan dapur dari Pemkot.
“Mereka nantinya dapat bantuan sembako dan peralatan dapur yang diberikan,” ungkapnya.
Baca juga: Sempat Disegel, Kini Persoalan Sengketa Lahan Sekolah di Nania Ambon Dapat Titik Terang
Sementara itu, Lurah Rijali, Marlina Haupea menambahkan, jika nantinya warga indekos sudah mendapat indekos yang baru, berarti yang tinggal di tenda pengungsian hanyalah pemilik rumah pribadi, warga yang kontrak atau sewa tanah.
Nasib mereka selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Ambon.
“Kami memberi kesempatan bagi warga yang indekost agar dapat mencari indekost yang baru, sehingga yang tinggal di tenda adalah warga yang kontrak/sewa tanah dan yang pemilik rumah pribadi, itu yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pemkot,” ujarnya.
Marlina menyatakan, sebagian besar korban musibah kebakaran adalah mereka yang menempati indekos.
Dengan rincian, 224 KK dan 649 jiwa yang indekos.
“Sementara yang sewa/kontrak tanah 71 KK dan 282 jiwa, dan yang memiliki rumah pribadi 12 KK dan 43 jiwa,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/12122022-Korban-Kebakaran.jpg)