Rabu, 10 Juni 2026

Kesehatan Kulit

Punya Skin Tag  atau Daging Tumbuh di Kulit? Begini Penanganannya di Erha Ambon

Pasalnya, daging tumbuh menyerupai kutil dengan tekstur lembut dan mungkin bertangkai ini tumbuh secara tak terduga di bagian lipatan tubuh.

Tayang:
Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Erha Ambon
KESEHATAN KULIT: Skin Expert Erha Ambon, dr. Evalin Tasane 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi kulit yang tak biasa kerap membuat banyak orang panik.

Pasalnya, daging tumbuh menyerupai kutil dengan tekstur lembut dan mungkin bertangkai ini tumbuh secara tak terduga di bagian lipatan tubuh.

Penyebabnya pun bermacam-macam.

Di Pprogram Perempuan Bercerita TribunAmbon.com yang disiarkan secara langsung, Senin (26/12/2022) sore, Skin Expert, dr. Evalin Tasane menjelaskan sejumlah penyebab munculnya Skin Tag pada seseorang.

Skin Tag, kata dr. Evalin Tasane umumnya tubuh di bagian lipatan kulit seperti leher, dan ketiak.

“Dimungkinkan timbul karena lipatan kulit yang banyak, faktor hormonal, faktor genetik, penggunaan steroid serta bakat sakit gula atay diabetes. Umumnya timbul di lipatan selangkangan, lipatan bokong, bagian bawah payudara dan leher,” terang dr. Evalin Tasane.

Tak sedikit orang salah mengira bahwa skin tag adalah kutil.

Namun, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Meski sekilas bentuknya sama, perbedaan skin tag dengan kutil terletak pada teksturnya.

Baca juga: Meluruskan Fakta atau Mitos Kesehatan Kulit oleh Skin Expert, dr. Evalin Aldora Tasane

Kalau disentuh, skin tag terasa lembut dan empuk sedangkan kutil berbentuk silinder dan keras.

Dia menambahkan, Skin Tag memang tidak berbahaya, dan tak perlu penanganan yang mendesak.

“Namun, jika merasa mengganggu penampilan dan tidak nyaman jika bagian Skin Tag terkena pakaian atau aksesoris maka bisa melakukan perawatan lebih lanjut untuk menghilangkan dan mengangkat Skin Tag tersebut,” sambungnya.

Treatment di Erha Ambon

Di Erha Ambon, tersedia Laser CO2.

Laser ini bekerja dengan menghilangkan lapisan jaringan kulit di area tertentu dan memicu jaringan kulit sekitarnya membantu pemulihan jaringan tersebut dengan memproduksi kolagen baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved