Breaking News:

Maluku Terkini

Cek Wasit, Aplikasi Deteksi Dini Konflik di Maluku Buatan Daniel Indey

Aplikasi Cek Wasit atau cegah konflik lewat sistem informasi digital ini merupakan hasil inovasi Indey dari pelatihan Kepemimpinan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
aplikasi Cek Wasit 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Daniel Eduard Indey sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku berhasil menciptakan aplikasi Cek Wasit.

Aplikasi Cek Wasit atau cegah konflik lewat sistem informasi digital ini merupakan hasil inovasi Indey dari pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2022 lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Daniel Indey mengatakan aplikasi berbasis android tercipta dari kondisi sosial di Maluku yang rentan konflik.

Termasuk belum adanya Peta Konflik di Maluku.

“Kami melakukan sebuah terobosan lewat aplikasi cek wasit ini di mana aplikasi ini akan membantu user untuk mengetahui informasi dini terkait dengan konflik di suatu wilayah terutama di tingkat desa,” kata Indey kepada TribunAmbon.com saat pelaunchingan di Gong Perdamaian Ambon, Sabtu (3/12/2022).

Meski berbasis android, aplikasi ini tidak diperuntukkan untuk umum.

Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Daniel Eduard Indey sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku saat memaparkan aplikasi cekwasit di Gong Perdamaian Ambon, Sabtu (3/12/2022).
Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Daniel Eduard Indey sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku saat memaparkan aplikasi cekwasit di Gong Perdamaian Ambon, Sabtu (3/12/2022). (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Apresiasi PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Tanpa Kedip saat Sail Tidore 2022

Baca juga: Kalah Dari Kamerun, Fans Brasil di Ambon Tetap Pawai

Indey menjelaskan, aplikasi yang dibuat bersama 25 orang timnya ini hanya bisa diakses orang tertentu yang disebut informan.

Setiap informan ditempatkan ditiap-tiap desa di Maluku, dan bila terjadi konflik maka informan bisa langsung melapor lewat aplikasi. Termasuk waktu dan tempat lokasi terjadi.

Di aplikasi yang dikerjakan dua bulan itu juga terdapat jenis konflik, seperti konflik antar warga ataupun karena batas wilayah.

Dan bila ada laporan di aplikasi, maka Pemerintah secara berjenjang akan langsung mengetahui dan bisa menindaklanjuti.

Serta bisa mengecek kebenaran informasi tersebut.

 “Jadi kalau terjadi konflik, dia klik jadi secara berjenjang user akan tahu Oh ada Gejolak Di sini. Jadi secara berjenjang dia akan menyampaikan ke tingkat Desa, ketika kepala desa mengetahui informasi ini nanti kepala desa akan mengambil langkah dengan mengecek kebenaran informasi tersebut Kalau informasinya meluas besar skalanya maka Desa akan melapor ke Kecamatan kalau sampai Kecamatan lapor lagi ke Bupati,” jelasnya. 

Lanjutnya, aplikasi tersebut baru di uji coba di Dua Kecamatan di Ambon, yakni Nusaniwe (Kudamati – Air Salobar) dan Sirimau (Batu Merah).

Saat ini, timnya pun masih bekerja menyempurnakan aplikasi tersebut.

Indey berharap, aplikasi cek wasit nantinya bisa membantu pemerintah dan masyarakat mencegah terjadinya konflik sedini mungkin.

“Ini karena masih jangka pendek, kita masih dalam tahap penyempurnaan. Jadi pada saat terakhir kita akan melaporkan atau menyampaikan hasil di minggu depan tanggal 12 Desember kita sudah bisa menunjukkan bagaimana cara aplikasi ini bekerja,” tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved