Breaking News:

Maluku Terkini

Sempat Kabur, Ayah yang Rudapaksa Anak Kandung di Kepulauan Aru Ditangkap Polisi

Pria 42 tahun itu kabur usai ketahuan merudapaksa anak kandungnya sendiri yang masih berumur 15 tahun.

ist
JLR, ayah yang rudapaksa anak kandung di Kepulauan Aru, Maluku akhirnya ditangkap. Pria 42 tahun itu kabur usai ketahuan merudapaksa anak kandungnya sendiri yang masih berumur 15 tahun. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - JLR, ayah yang rudapaksa anak kandung di Kepulauan Aru, Maluku akhirnya ditangkap.

Pria 42 tahun itu kabur usai ketahuan me rudapaksa anak kandungnya sendiri yang masih berumur 15 tahun.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Dwi Bachtiar, mengatakan ayah bejat ini ditangkap setelah sempat kabur selama tiga hari.

Aksi bejatnya juga diketahui dilakukan sudah berulang kali di rumahnya sejak tahun 2021 hingga kini.

Terakhir kali, JLR me rudapaksa korban pada Kamis (24/11/2022) malam.

Aksi tak senonoh yang dilakukan oleh JLR saat dirinya menghubungi anaknya berumur 15 tahun itu sementara mengikuti latihan natal.

Setelah korban selesai melaksanakan latihan natal, korban langsung menuju ke rumah tersangka, setelah sampai di dalam rumah, tersangka kemudian me rudapaksa.

"Tersangka dengan korban ini tidak tinggal serumah, dimana korban (anak kandungnya) tinggal di rumah tantenya CR," ujar Bachtiar kepada awak media, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Jika Temukan Segera Lapor! Pemuda di Bursel yang Coba Rudapaksa Tantenya Kabur, Kini DPO Polisi

Setelah aksi itu, tersangka kembali menghubungi korban melalui telepon genggamnya untuk kembali datang kerumahnya.

Karena merasa takut, korban menolak permintaan orang tuanya tersebut.

"Korban lalu melarikan diri ke rumah ibu MS. Kemudian tersangka mencari korban di rumah tante korban namun tidak menemukannya. Tersangka lalu membakar sepasang sepatu sekolah milik korban," pungkasnya.

Karena merasa takut, korban akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya selama ini kepada ibu MS pada Sabtu (26/11/2022).

"Korban bercerita kalau perbuatan tersangka sudah berulang-ulang kali semenjak tahun 2021 pada saat itu korban masih duduk di bangku SMP (kelas III)," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved