Breaking News:

Waduh, Kantor Pertamina Cabang Ambon Disegel Pemilik Lahan

Kantor Pertamina Cabang Ambon yang berlokasi di Jalan Dr. Siwabessy disegel pemilik lahan bernama Charles Izaac, Rabu (30/11/2022).

Jenderal
Kantor Pertamina Cabang Ambon Disegel 

Laporan Wartawan Tribun Ambon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kantor Pertamina Cabang Ambon yang berlokasi di Jalan Dr. Siwabessy disegel pemilik lahan bernama Charles Izaac, Rabu (30/11/2022).

Penyegelan tersebut dilakukan sekitar pukul 08.30 WIT, dengan menggembok pagar depan kantor disertai sasi adat.

Pantauan Tribun Ambon.com di lokasi, terlihat belasan orang memadati ruas jalan DR. Siwabessy memasang tiga spanduk di pagar Kantor Pertamina.

Dalam spanduk tertulis, "Dilarang Masuk dan Melakukan Segala Aktivitas di Atas Tanah Milik Charles Izaac dalam Penguasaan Kantor Pengacara Herberth S. Dadiara., S.H".

Penasehat Hukum keluarga Charles Izaac, Herberth Dadiara mengatakan bahwa sebelum aksi ini pihaknya sudah melayangkan tiga kali surat somasi.

"Saya selaku kuasa hukum beserta anak cucu Charles Izaac hari melakukan aksi pemalangan sasi adat, dimana aksi yang kami lakukan sebagai tindak lanjut dari surat somasi yang telah kami kirimkan kepada pihak Pertamina sebanyak 3 kali, namun tidak ada respon baik dari Pertamina ," tuturnya.

Baca juga: Anggota DPRD Maluku Tengan Resmi Ditahan Polisi, Ketahuan Nyabu Bersama Rekan-rekannya

Baca juga: Kabar Gembira! UMP Maluku Naik Jadi Rp 2,8 Juta Pada 2023 Nanti

Lanjut Dadiara, bahwa sebelumnya telah dilaksanakan mediasi antara pihak keluarga Izaac dengan pihak Pertamina yang difasilitasi oleh Pertahanan Kota Ambon.

Saat itu pihak Pertamina sendiri yang meminta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak melalui jalur hukum.

"Namun sampai hari ini tidak ada langkah penyelesaian sehingga mendasari kami melakukan aksi di hari ini, " tandasnya

Dijelaskan sasar kepemimpinan dari pihak Pertamina hanya Hak Guna Bangunan (HGB), dimana hak guna tersebut ada batas waktunya.

" Pertamina telah melewati batas waktu menurut undang-undang, jika aksi kami tidak direspon maka upaya hukum akan ditempuh untuk memperoleh hak keluarga Izaac," ujarnya.

Dikatakanya, penyegelan akan terus dilakukan hingga pihak Pertamina setuju membayar penggunaan lahan dengan luas lahan 27.240 meter kuadrat serta ganti rugi pembunuhan tanaman-tanaman yang terletak di Dusun dati/ Dusun Lausoang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved