Breaking News:

Sepak Bola Maluku

Jemmy Putiray Penyerang Persebaya asal Ambon, Sertifikasi Pelatih dari Belanda Hingga ke Persemalra

Jemmy Putiray mengaku sepak bola adalah darah yang mengalir di keluarganya. Lebih lanjut soal darah sepak bola,

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
ist
Jemmy Putiray 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jemmy Putiray, adalah seorang yang pernah menjadi penyerang (Striker) handal di tim asal Surabaya, Persebaya era 1979-1983.

Jemmy Putiray mengaku sepak bola adalah darah yang mengalir di keluarganya.

“Kami itu menikmati (Sepak Bola), karena turunan kami adalah turunan sepak bola,” ujar Jemmy kepada TribunAmbon.com, Minggu (27/11/2022)

Lebih lanjut soal darah sepak bola, Jemmy mengaku menurun dari Opa (Kakek) ke ayahnya kemudian hingga keluarga lainnya.

Kecintaan terhadap kulit bundar, membawa Jemy dan keluarga merantau ke Surabaya, Jawa Timur.

Dia pergi setelah usai mengakhiri tugas belajar di bangku sekolah menengah atas tahun 1982.

Lantas dia bertemu dengan Dicky Putiray yang juga pemain Persebaya.

“Waktu itu langsung tinggal bersama om (Dicky) dan juga bergabung dengan om dalam tim yang sama,” lanjutnya.

Tidak berapa lama setelah berkostum hijau, Dicky muda diberi kepercayaan dalam laga melawan tim dari Jerman di tahun 1983.

Sayang, laga ini berujung cidera, Jemmy mengalami patah di bagian dada.

“Waktu itu beta (Saya) mau heading, cuman beta jatuh di atas dia lalu patah,” sambil menunjuk bekas patah pada dada pria tersebut menerangkan.

Skor akhir 1-0 atas kekalahan Persebaya menambah sakit cuka yang diderita.

Sehingga pertandingan itu menjadi moment istimwa sekaligus menyakitkan baginya.

Baca juga: Bertemu Fans The Oranje di Ambon, Dijkstra Bakal Bawa Pesan Ini ke Belanda

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved