Pendidikan di Maluku
Soroti Pengerjaan SD Tanah Goyang, Ini 3 Poin Prioritas yang Dibahas DPRD Bersama Disdikbud SBB
Yakni, pertama, DPRD SBB menekankan secepatnya penggantian Seng yang sesuai dengan permintaan di Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diusul CV. Raya N
SBB, TRIBUNAMBON.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Seram Bagian Barat ( SBB ) memamanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) setempat untuk membahas persoalan pembangunan SD Negeri Tanah Goyang.
Setidaknya terdapat tiga poin yang menjadi prioritas pembahasan dalam pertemuan itu.
Yakni, pertama, DPRD SBB menekankan secepatnya penggantian Seng yang sesuai dengan permintaan di Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diusul CV. Raya Nadawi Mandiri.
Kedua, pencairan anggaran mesti berbanding lurus dengan progres pekerjaan.
Kemudian yang ketiga, maksimalkan waktu kerja berdasarkan kalender.
"Demi menggenjot pekerjaan, tiga prioritas itu dibahas bersama. Karena pertimbangan ya secepat mungkin para siswa harus belajar mengajar lagi di sana," terangnya.
Diketahui SD Negeri Tanah Goyang yang berlokasi di Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB ini masih tertunda proses pengerjaannya.
Hal ini diakibatkan, penggunaan bahan bangunan tidak sesuai dengan RAB yang diusulkan CV. Raya Nadawi Mandiri.
Hanya saja, berdasarkan ketentuan kalender pekerjaan ditempuh selama 120 hari atau 4 bulan.
Baca juga: Panggil Dinas Pendidikan, DPRD SBB Soroti SD Negeri Tanah Goyang
"Meskipun lagi diberhentikan, tetapi pekerjaannya harus rampung sesuai ketentuan kalender kerja," tandasnya.
Sementara itu, para pekerja proyek di lapangan akhirnya menunda proses pengerjaan diakibatkan permintaan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan permintaan.
"Kita minta bahan lain, misalkan kayu untuk pasang daun seng, namun yang didatangkan tehel, padahal pekerjaan pemasangan tehel belum dilakukan," kata Kepala Tukang, Sapri Saun kepada TribunAmbon.com, Kamis (29/9/2022) lalu.
Sehingga mereka lebih memilih berhenti kerja, dan tak mau melanjutkan pekerjaan proyek itu.
"Jadi, kita sudah mengundurkan diri untuk tidak lagi kerja proyek itu, namun kita tetap meminta upah kerja, terkait dengan item yang sudah kita kerjakan, yaitu pasang bongkar daun seng dan pembongkaran tehel," tandasnya.
Dampak dari molornya membangunan ini, para siswa SD Negeri Tanah Goyang terpaksa menggunakan bangunan sekolah lain agar bisa tetap melanjutkan proses belajar-mengajar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2102022-SD-Negeri-Tanah-Goyang.jpg)