Breaking News:

Kemenkumham Maluku

Kemenkumham Maluku Kenalkan Pentingnya Kekayaan Intelektual Pada Pelajar Lewat DJKI Mengajar

Sebanyak 10 orang Guru Kekayaan Intelektual (RUKI) akan perkenalkan pentingnya Kekayaan Intelektual kepada para pelajar di lima sekolah di Kota Ambon.

Kemenkumham
Kantor Wilayah (Kanwi) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku turut ramaikan Direktorat Jendral Kekayaan Intelktual atau DJKI Mengajar yang secara serentak di laksanakan di 33 Provinsi se-Indonesia, Rabu (28/09/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kantor Wilayah (Kanwi) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku turut ramaikan Direktorat Jendral Kekayaan Intelktual atau DJKI Mengajar yang secara serentak di laksanakan di 33 Provinsi se-Indonesia, Rabu (28/09/2022).

Sebanyak 10 orang Guru Kekayaan Intelektual (RUKI) akan perkenalkan pentingnya Kekayaan Intelektual kepada para pelajar di lima sekolah di Kota Ambon.

Kelima sekolah ini di antaranya SMPN 2 Ambon, SMPN 4 Ambon, SD Negeri 3 Latihan, SMP Lentera Harapan Ambon, dan SD Lentera Harapan Ambon.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Maluku H.M Anwar N yang melalui Kepala Bidang Pelayanan Hukum Chrystina Hiskya berharap dari kegiatan DJKI Mengajar ini dapat tumbuh pemahaman dan memberikan manfaat kepada generasi muda.

Sehingga semangat berkarya bisa tumbuh sejak dini untuk bekal di masa depan nantinya.

"DJKI Mengajar ini, merupakan program unggulan yang memang digagas untuk memberikan pengetahuan kepada para insan muda, menanamkan pengetahuan KI sejak dini sebagai investasi ilmu di masa yang akan datang,” ujar Hyskia.

Baca juga: Apresiasi Pertumbuhan Pendaftaran Kekayaan Intelektual, Pemprov Maluku Dapat Penghargaan

Terpisah dari itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu. mengatakan, bahwa semangat terselenggaranya DJKI Mengajar 2022 berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina dan mengembangkan minat serta bakat siswanya.

Melihat hal tersebut bisa dibilang anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama sangat berkaitan erat terhadap terciptanya suatu inovasi.

“Melalui program DJKI Mengajar ini, semoga dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya pelindungan KI serta meningkatkan semangat pelajar dalam berinovasi dan berkarya dengan menjunjung tinggi originalitas,” pungkas Razilu.

Untuk diketahui, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly juga turut meramaikan DJKI Mengajar dengan melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Disana Menteri Yasonna memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya melindungi kekayaan intelektual (KI).(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved