Breaking News:

Richard Louhanapessy Tersangka

Besok, Eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Jalani Sidang Perdana

Richard Louhenapessy merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akan diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (30/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akan diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (30/9/2022).

Richard Louhenapessy merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon.

Selain Richard Louhenapessy, staf pegawai tata usaha pimpinan Pemkot Ambon, Andrew Erin Hehanussa juga akan diadili secara perdana.

"Benar, sesuai jadwal sidang perdana kasus mantan Walikota Ambon, RL dan AEH akan naik sidang besok," kata Humas Pengadilan Negeri Ambon, Kemmy E Leunufna kepada wartawan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (28/9/2022).

Sebelumnya, Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi melimpahkan berkas keduanya pada Kamis (22/9/2022) lalu.

Sementara, tersangka lainnya yaitu Amri yang merupakan pegawai Alfamidi hingga kini masih menjalani penyidikan

Diketahui, mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy resmi jadi tersangka kasus dugaan korupsi pada Jumat (13/5/2022) lalu.

Louhenapessy diduga menerima uang hingga Rp 500 juta dari tersangka Amri (AR) yang juga pegawai retail tersebut.

Kasus ini dimulai pada tahun 2020 saat Louhenapessy memiliki kewenangan atas pemberian izin prinsip pembangunan cabang retail di Kota Ambon.

Baca juga: Segera Disidang, Ini Perjalanan Kasus Korupsi Eks Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy

Dalam setiap dokumen izin Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Louhenapessy meminta uang minimal Rp 25 juta yang ditransfer ke rekening staff Pemkot Ambon, Andrew Hehanussa yang juga orang kepercayaannya.

Selain itu, tersangka Amri juga kembali  mentransfer uang sekitar Rp 500 juta secara bertahap kepada Hehanussa.

KPK menduga, Louhenapessy juga menerima aliran dana lain dari berbagai pihak.

Louhenapessy saat ini ditahan di Rutan KPK pada gedung Merah Putih dan Hehanussa ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.

Sementara tersangka Amri juga di Rutan KPK.

Atas perbuatan Louhenapessy dan Hehanussa disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55
ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved