Breaking News:

Ambon Hari Ini

Mourits Tamaela Minta Ditlantas Polda Maluku Tindak Tegas Truk Bermuatan Melebihi Kapasitas

Menurut Mourits Tamaela, pemandangan truk bermuatan melebihi kapasitas ini kerap terlihat di kawasan ruas Jalan Telukabessy, Kota Ambon.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Mesya
MALUKU: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela saat diwawancarai terkait truk bermuatan lebih yang beraktivitas di siang hari, Selasa (27/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela meminta Ditlantas Polda Maluku untuk bisa bertindak tegas terhadap truk bermuatan yang melebihi kapasitas.

Menurut Mourits Tamaela, pemandangan truk bermuatan melebihi kapasitas ini kerap terlihat di kawasan ruas Jalan Telukabessy, Kota Ambon.

"Bahkan saya sendiri sering temui itu, dan ini harus disikapi serius oleh pihak kepolisian karena aktivitas truk besar dengan muatan yang banyak dapat mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain," kata Mourits Tamaela kepada wartawan di Ambon, Selasa (27/9/2022).

Dijelaskan, dalam Peraturan Daerah ( Perda ) Kota Ambon Nomor 5 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, telah jelas mengatur perihal jam aktivitas mobil besar yang memuat peti kemas atau yang serupa.

"Kan aktivitas truk tronton dan truk besar yang memuat peti kemas dari pelabuhan dan atau sebaliknya sudah diatur di atas jam 10 malam. Nah, kalau dibawa jam itu apalagi di siang hari, itu salah," ungkapnya.

Politisi NasDem itu menyebut, sudah banyak kecelakaan-kecelakaan sebelumnya yang terjadi.

Misalnya di Batu Merah, Halong dan lainnya akibat dari tidak patuhnya pengemudi truk.

"Jangan sampai ini terjadi lagi. Sebab sangat berisiko bagi pengguna jalan yang lainnya," paparnya.

Baca juga: Penangkapan Ikan Terukur Disebut Tak Tepat, Greenpeace; Laut Kita Sedang Tidak Baik-baik Saja

Untuk itu, Ditlantas Polda Maluku sebagai pihak eksekusi segera menindak tegas sopir truk atau tronton yang kedapatan bermuatan dibawa jam 10 malam.

"Dishub hanya perancang Perda tapi mereka tak punya kewenangan lebih untuk menindak. Yang tugas disitu yakni pihak kepolisian. Saya minta serius melihat ini," terangnya.

Mourits juga meminta Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif untuk mengevaluasi oknum-oknum polisi yang melakukan pengawalan terhadap tronton yang beraktivitas tidak sesuai aturan perda.

"Polisi harus menjadi contoh yang baik. Kalaupun ada yang meminta untuk pengawalan di bawah jam 10 malam, itu dalam kondisi terpaksa. Tapi kalau tidak, ya tidak usah. Biar citra polisi di masyarakat juga baik," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved