Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Ketua APMA Alham Valeo Naik Penyelidikan Polisi

Jadi saat ini penyidik masih menelah kembali apakah kasus Alham Valeo bisa disatukan dengan kasus pelaporan Ketua Hipmi Maluku Aziz Tunny atau tidak.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Alfin Risanto
Kasat Reskrim Polresta Ambon, AKP Mido Manik diwawancarai terkait kasus dugaan suap dan Gratifikasi di Pasar Mardika Ambon dengan terlapor Alham Valeo 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus dugaan suap dan Gratifikasi izin pembangunan lapak di Pasar Mardika Ambon dengan terlapor Ketua APMA Kota Ambon Alham Valeo naik Pengaduan Polisi ke penyelidikan.

"Iya ini kan laporan pengaduan oleh Direktur Mollucas Corruption Watch saat ini baru disposisi dari Kapolresta penganduanya ke Reskrim untuk melakukan Penyelidikan," ucap Kasat Reskrim Polresta Ambon, AKP Mido Manik kepada TribunAmbon.com, Jumat (23/9/2022).

Jadi saat ini penyidik masih menelah kembali apakah kasus ini bisa disatukan dengan kasus pelaporan Ketua Hipmi Maluku Aziz Tunny atau tidak.

Mengingat kasus ini adalah rangkaian kasus dengan terlapor Mantan Ketua HIPMI Maluku Aziz Tunny.

"Kita masih telaah lagi kedua laporan ini bisa di satukan atau tidak, yang jelas kita tetap proses kedua kasus ini," pungkasnya.

Dijelaskan, Alham Valeo dalam waktu dekat ini akan diperiksa sebagai pelapor dan terlapor.

Baca juga: Mahasiswa Unpatti Dianiaya Hingga Memar Tak Bisa Kuliah, Pekan Ini Pelaku Diperiksa Polisi

Baca juga: Kasus Azis Tunny Disebut Ranah Pribadi, Boy Sangadji; Hamka Karepesina Ditunjuk Sesuai ART HIPMI

Diberitakan, Ketua Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA) dipolisikan terkait dugaan suap dan Gratifikasi soal izin pembangunan di pasar Mardika Ambon.

Alham Valeo dilaporkan Mollucas Corruption Watch, Selasa (14/9/2022) pukul 11.30 WIT di Polresta Pulau Ambon.

Direktur Mollucas Corruption Watch, Salahudin Ahmid Fakaubun Menyatakan bahwa pelaporan yang dilakukan oleh MCW ini ada dua dugaan tindak pidana.

Pertama adalah dugaan suap sebagaimana yang diatur dalam pasal 2 Undang Undang Nomor 11 tahun 1980.

Kedua adalah mengenai Gratifikasi yang dimanandi atur  dalam pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo No. 20/2001.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved