Breaking News:

Demo Mahasiswa

Unjuk Rasa di Polda Maluku, Mahasiswa SBT Minta Polisi Tuntaskan 3 Kasus Ini

Unjuk rasa itu untuk menuntut kepasatian hukum atas kasus tabrak lari Rahmat Rumalean, Faris Rumana dan penganiyayaan terhadap Ririn Bunga.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Alfin
MALUKU: Puluhan Mahasiswa Seram Bagian Timur yang tergabung dalam Forum Pergerakan Peduli Masyarakat Maluku berunjuk rasa di Mapolda Maluku, menuntut Pihak Kepolisian Segera Mengusut tuntas Kasus tabrak lari dan penganiyayaan terhadap 3 Mahasiswa SBT Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan mahasiswa asal Seram Bagian Timur (SBT) yang tergabung dalam Forum Pergerakan Peduli Masyarakat Maluku berunjuk rasa di Mapolda Maluku di Jalan Sultan Hasanudin, Tantui, Hative Kecil, Kamis (22/9/2022).

Unjuk rasa itu untuk menuntut kepasatian hukum atas kasus tabrak lari Rahmat Rumalean, Faris Rumana dan penganiyayaan terhadap Ririn Bunga.

Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, massa aksi ini tiba di Mapolda Maluku pukul 12.20 WIT.

Kedatangan di Mapolda ini, pendemo membawa sejumlah poster dan juga spanduk.

Di spanduk, mereka menulis "Polisi harus usut tuntas kasus tabrak lari dan penganiyayaan".

Protes yang ditulis dalam poster ada berbagai macam, termasuk "Kami minta kepada pihak kepolisian agar kasus tabarak lari di usut sesuai hukum yang berlaku di Negara ini" dan "Polisi harus usut juga kasus penganiyayaan perempuan saudara kami yang di buang di tempat sampah".

Dalam orasinya, pihak kepolisian dinilai lambat dalam menangani kasus tabrak lari atas korban Faris Rumanama.

Pasalnya, sejak kejadian pada 6 sepetember 2022 hingga saat ini, belum ada pelaku yang ditahan Polisi.

Padahal semua alat bukti yang kuat sudah diperlihatkan keluarga korban saat melaporkan kasus tabrak lari pada saat itu.

Baca juga: Ungkap Kasus Tabrak Lari Faris Rumanama; Polisi Olah TKP dan Periksa 11 Saksi, Ini Hasilnya

Selain itu, pihak kepolisian juga sampai saat ini masih belum menangkap pelaku dari tabrak lari di Jalan Jendral Soedirman dengan korban Rahmat Rumalean.

Kordinator Lapangan Rifky Derlen menyatakan, tidak hanya tabrak lari, Polisi juga harus secepatnya mengusut kasus penganiyayaan yang menimpa Ririn Bunga yang dipukul dan dibuang di tempat sampah.

"Kalau tidak usut tuntas kasus yang menimpa ketiga saudara kami jangan bikin sampai kita tidak percaya dengan pihak kepolisian," ujar Korlap Rifky Derlen kepada TribunAmbon.com, Kamis siang.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved