Breaking News:

Maluku Terkini

Tutup Buka Sidang DPRD Maluku, Laporan Reses Masuk Agenda Pembahasan

Sebelumnya dalam sidang, Anggota Komisi 1 DPRD Maluku, Benhur Wattubun mengatakan hasil reses anggota dewan di Dapil masing-masing harus masuk dalam a

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Tanita
MALUKU: Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka penutupan masa persidangan 3 tahun sidang 2022 dan pembukaan masa persidangan 1 tahun Sidang 2022/2023, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Laporan hasil Reses akan masuk dalam agenda pembahasan masa sidang 1 tahun 2022/2023.

Hal itu ditetapkan setelah penyampaian usulan saat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka penutupan masa persidangan tiga tahun sidang 2022 dan pembukaan masa persidangan 1 tahun sidang 2022/2023, Kamis (22/9/2022).

"Ini juga ada perhatian dari internal dewan terhadap agar agenda reses kita supaya bisa difasilitasi di rapat paripurna agar ada usulan kolektif ke Pemerintah Daerah karena faktanya banyak usulan ke anggota dewan selama mereka kembali ke dapil masing-masing," kata Pimpinan sidang Asis Sangkala usai rapat Paripurna.

Pengusulan itu pun telah disetujui anggota DPRD Maluku.

Sebelumnya dalam sidang, Anggota Komisi 1 DPRD Maluku, Benhur Wattubun mengatakan hasil reses anggota dewan di Dapil masing-masing harus masuk dalam agenda pembahasan sidang.

Hal itu agar setiap aspirasi masyarakat bisa didengar langsung dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.

"Kita dewan kemarin melakukan reses ke dapil masing-masing, dan sejumlah temuan dan aspirasi kita terima dari masyarakat dan hasil itu lebih baik juga masuk dalam agenda pembahasan," kata Wattubun.

Baca juga: Wakil Rakyat Bakal Panggil Dinas Pendidikan Bahas Kerusakan Gedung SMAN 22 Malteng

Diketahui, DPRD Maluku melakukan Reses ke Sapil masing-masing lebih dari seminggu mulai dari 3 September hingga 15 September 2022.

Beberapa temuan didapat dari Seses tersebut, seperti gedung sekolah yang rusak padahal baru diperbaiki tak sampai setahun.

Juga kelangkaan minyak tanah di sejumlah daerah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved