Breaking News:

Nasional

Ditunjuk Bantu Tim Non-Yudisial HAM Berat, Ini Profil Rektor Uncen Apolo Safanpo

Sejumlah nama dari unsur TNI hingga akademisi pun masuk dalam tim Penyelesaian Non-Yudisial. Apolo Safanpo

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; istimewa
Ilustrasi; Apolo Safanpo dengan beground kasus HAM - Munir 

TRIBUNAMBON.COM - Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Masa Lalu resmi terbentuk melalui Keputusan Presiden atau Kepres Nomor 17 Tahun 2022.

Sejumlah nama dari unsur TNI hingga akademisi pun masuk dalam tim Penyelesaian Non-Yudisial

Apolo Safanpo salah satu nama dari kalangan akademisi yang ditunjuk presiden.

Safanpo akan bekerja bersama 8 anggota lainnya membantu Makarim Wibisono sebagai ketua, Ifdhal Kasim sebagai Wakil Ketua serta Suparman Marzuki sebagai Sekretaris.

Berikut profil Apolo Safanpo dikutip dari wikipedia.org;

Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T. (lahir 24 April 1975} adalah akademisi Indonesia yang menjabat rektor Universitas Cenderawasih. Ia resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Muhammad Nasir, Ph.D.Ak di Gedung Auditorium Dikti Senayan, Jakarta, Kamis, 14 September 2017.

Ia dilantik setelah pada pemilihan rektor di Gedung Rektorat Uncen Kampus Waena, Senin, 4 September 2017. Ia berhasil meraih 38 suara dari total 55 suara anggota senat. Ia mengungguli dua calon lainnya, Prof. Drs. Agustinus Fatem MT yang meraih 13 suara dan Dr. Marthinus Solossa SH, M.Hum, yang mendapatkan 4 suara.

Lulusan Universitas Sebelas Maret, Solo ini memulai karier kepemimpinannya di Uncen pada tahun 2004 saat ia dipercayakan menjadi Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Kariernya makin menanjak, ketika pada tahun 2006-2012 ia menduduki jabatan sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Teknik, kemudian menjadi Dekan Fakultas Teknik Uncen pada 2012-2006, dan akhirnya terpilih menjadi rektor tahun 2017 ini.

Apolo menikahi Katharina Ade Irma Suryany Safanpo dan dianugrahi 7 orang putra dan putri bernama Herman Ferdiand Putera Safanpo, Derina Amanda Seqouria, Alexander Kambepits Putera Safanpo, Queen Alexandra Seqouria, Ronald cuwakat Putera Safanpo, Kornelia Oliva Kombites Safanpo, dan Theodore Bandew Apolo Safanpo.

Pendidikan formal yaitu sarjana teknik sipil di Universitas Sebelas Maret Surakarta, magister di Institut Teknologi Surabaya dan Doktor teknik sipil di Universitas Diponegoro Semarang.

Berikut nama 9 anggota tim Penyelesaian Non-Yudisial HAM Berat;

Baca juga: Presiden Bentuk Tim Non-Yudisial HAM Berat Masa Lalu, Ada Makarim Wibisono hingga Apolo Safanpo

  1. Apolo Safanpo
  2. Mustafa Abubakar
  3. Harkristuti Harkrisnowi
  4. As'ad Said Ali
  5. Kiki Syahnakri
  6. Zainal Arifin Mochtar
  7. Akhmad Muzakki
  8. Komarudin Hidayat
  9. Rahayu

Tim tersebut akan menjalankan empat tugas;

  1. Melakukan pengungkapan dan analisis pelanggaran hak asasi manusia yang berat masa lalu berdasarkan data dan rekomendasi yang ditetapkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sampai dengan tahun 2020.
  2. Mengusulkan rekomendasi langkah pemulihan bagi para korban atau keluarga.
  3. Mengusulkan rekomendasi untuk mencegah agar pelanggaran hak asasi manusia yang serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
  4. Menyusun laporan akhir. (*)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved