Breaking News:

Maluku Terkini

Lambat Tangani Proyek Jalan Senilai Rp 9,7 Miliar, Soplestuny Minta Blacklist PT Rufany Papua

Pasalnya, kontrak perusahaan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru sejak Mei 2022, namun hingga pertengahan September, progres pekerjaan belum mencapai 50

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; istimewa
Proyek jalan hotmix berlokasi di depan Kantor Pariwisata Kabupaten Buru. Ketua DPRD Buru Minta Blacklist PT Rufany Papua , Selasa (20/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - PT Rufany Papua dinilai lambat tangani pengerjaan proyek jalan hotmix di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

Pasalnya, kontrak perusahaan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru sejak Mei 2022, namun hingga pertengahan September, progres pekerjaan belum mencapai 50 persen.

"Pekerjaannya sangat lambat, kalau kita lihat secara fisik di pertengahan September 2022, progresnya belum sampai 50 persen, padahal pembuatan kontrak perusahaan itu dari Mei 2022, kurang lebih sudah 5 bulan," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny, Senin (19/9/2022).

Selain itu, Soplestuny juga meminta Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy memblacklist PT Rufany Papua, agar tak lagi mengerjakan proyek di Kabupaten Buru.

"Olehnya itu, pekerjaan ini harus diselesaikan dalam tahun anggaran ini, karena bagi kami, kinerjanya sangat buruk dan sangat tidak koperatif, kenapa sampai kurang lebih 5 bulan pekerjaan ini masih terbengkalai," ungkap Soplestuny.

Baca juga: Dua Tahun Tak Bayar Hutang, Ketua DPRD Maluku Dipolisikan

Baca juga: Diduga Mabuk, Oknum Dosen Unpatti Ambon Pukul Mahasiwa Baru hingga Memar

Dijelaskan, PT Rufany Papua telah memastikan pengerjaan proyek akan selesai 29 Agustus 2022 namun kenyataannya tidak demikian.

"Tetapi sampai 29 Agustus kalau memang pekerjaan belum selesai dengan 100 persen, maka mereka minta untuk diputus kontrak. Tapi, sampai dengan sekarang pekerjaan mereka kurang lebih hampir 5 bulan, namun belum mencapai 50 persen, dan ini sangat merugikan kita pemerintah daerah Kabupaten Buru, serta pengguna jalan, karena kita sudah mengganggarkan lewat sumber DAK," pungkas Soplestuny.

Diketahui, proyek tersebut sepanjang 2,8 kilometer dan tersebar di lima titik kota Namlea.

Diantaranya Jalan Jikubesar, Bandar Angin, Belakang TPA, depan Kantor Pariwisata Buru dan BTN Tatanggo.

Selain itu, perusahan PT Rufany Papua juga mengerjakan Jalan Lamahang-Rana, di Kecamatan Waplau.

Besar anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler senilai Rp 9,7  miliar Tahun Anggaran 2022. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved