Breaking News:

Maluku Terkini

Sayangkan Sikap Penjabat Bupati SBB, Wakil Rakyat Ingatkan Peranan Penting Tokoh Agama

Padahal menurut Amir Rumra, Pj Bupati SBB seharusnya paham fungsi fasilitas mobil yang diberikan negara kepada tokoh umat beragama.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Mesya
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra menyayangkan sikap Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB) yang seolah tak paham pentingnya kehadiran tokoh agama di Maluku. 

“Setiap salam pembukaan sambutan selalu saya pake assalamu’alaikum, salam sejahtera, syalom dan semua berlaku sama atas birokrasi. Sabtu pagi bagi umat Advent tidak ikut apel tidak masalah, karena mereka beribadah, okulele, ikut lomba di Ambon beta kasih dukungan. Mari kita sama-sama tetap menjaga dan membina relasi yang harmonis, tidak  mengiring permasalahan ke ranah agama karena justru akan mencederai toleransi beragama,” harap Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan jalan di desa Kaibobo-Waisarissa yang diminta untuk diperbaiki karena akan ada kegiatan keagamaan dari jemaat Gereja Protestan Maluku sudah dibangun  sudah dibangun dengan konstruksi Lapen dan bukan hotmix sehingga selalu mengalami kerusakan.

“Karena bukan hotmix maka jalan tetap rusak dan masih dalam garansi pihak ketiga. Tidak ada hubungannya dengan saya mau buka atau tutup itu jalan. Justru saat ini saya sedang berupaya untuk mengusut kenapa dibangun dengan konstruksi lapen. Padahal dokumen dari Kementerian PUPR konstruksinya hotmix, siapa yang merekomendasikan perubahan tersebut,”  jelas Andi.

Andi menambahkan terkait keluhan tokoh agama dan panitia tidak dihargai saat hendak menemui dirinya untuk membahas persiapan kontingen Pesparani SBB menuju Tual tidak sesuai fakta.

“Saya menerima tamu sampai jam 21.00 malam selama tidak ada acara lainnya tidak pernah ada tamu yang tunggu mulai jam 08.00 sampai malam. Kan kantor saja belum buka ini sudah dilebih-lebihkan. Jika tamu sudah bisa dilayani oleh staf untuk kepentingannya, saya bisa terima tamu lainnya. Saya selalu terbuka untuk menerima tamu,” jelasnya.

Sebelumnya, Uskup Keuskupan Amboina, Mgr Seno Ngutra mewakili Para Tokoh Agama di Kabupaten Seram Bagian Barat  akan segera mengirimkan surat mosi tidak percaya Penjabat Bupati Seram Bagian Barat kepada Menteri Dalam Negeri.

Mosi tidak percaya ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat yang dinilai meresahkan para tokoh dan umat beragama di Kabupaten Seram Bagian Barat.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved