Breaking News:

Maluku Terkini

Korupsi Dana Desa, Raja dan Sekretaris Negeri Siri Sori Islam Segera Diadili

Raja Negeri Sirisori Islam berinisial EP dan Sekretarisnya, MTT segera diadili atas dugaan korupsi dana desa.

TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Korupsi Dana Desa 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Raja Negeri Siri Sori Islam berinisial EP dan Sekretarisnya, MTT segera diadili atas dugaan korupsi dana desa.

Jaksa Kejaksaan Negeri Ambon, Chrisman Sahetapy mengatakan saat ini berkas dakwaan Raja Negeri Siri Sori Islam dan Sekretarisnya sedang disusun.

Raja dan Sekretaris Negeri Siri Sori Islam itu merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa Negeri Siri Sori Islam Tahun 2018-2019.

"Saat ini masih dalam proses penyiapan berkas untuk menyusun dakwaan, dalam waktu dekat sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon," kata Sahetapy yang juga nantinya bertugas selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini, Sabtu (17/9/2022).

Diakuinya, kasus ini ditangani oleh penyidik Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua.

Baca juga: Raja dan Sekretaris Siri Sori Islam Jadi Tersangka, Diduga Korupsi Dana Desa Rp. 360 Juta

Namun nantinya Kejari Ambon yang akan melimpahkan dan mengawal kasus ini ke pengadilan.

Seperti diberitakan, Raja dan Sekretaris Desa Siri Sori Islam resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Maret 2022 lalu.

Anggaran ADD dan DD itu diperuntukkan bagi pembangunan sejumlah item proyek, seperti pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance.

Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai.

Diduga oknum-oknum di Pemerintah Negeri Sirisori salah melakukan mark-up dalam setiap pembelanjaan item proyek  dan membuat laporan kegiatan fiktif.

Keduanya diduga menyalahgunakan ADD dan DD tidak sebagaimana mestinya sebanyak Rp 360 juta.

Penetapan tersangka itu. sesuai Surat Penetapan trersangka  Nomor : B-  109 /q.1.10.1/Fd.1/03/2022  untuk tersangka ED dan B-108   /q.1.10.1/Fd.1/03/2022  untuk tersangka MTT  tanggal 23 Maret 2022

Keduanya dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Peribahan atas Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved