Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Bikin Marwah Organisasi Rusak, Azis Tunny Dinonaktifkan dari Jabatan Ketua HIPMI Maluku

Jabatan Azis Tunny sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku kini telah dinonaktifkan.

Kolase
Azis Tunny, orang dekat Gubernur Maluku yang diduga peras pedagang Pasar Mardika Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jabatan Azis Tunny sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku kini telah dinonaktifkan.

Hal itu lantaran Azis Tunny dinilai telah merusak marwah organisasi karena terlibat dalam dugaan peras pedagang hingga ratusan juta.

Keputusan penonaktifan Azis Tunny itu ditetapkan dalam Rapat Badan Pengurus Harian Inti (RBPHI) BPD HIPMI Maluku, Rabu (14/9/2022) kemarin.

“Keputusan dari rapat tadi bahwa kita
menonaktifkan Azis Tunny dari ketum BPD HIPMI Maluku Periode 2021-2024,” kata Body Mailuhu.

Dijelaskan, penonaktifan Azis Tunny sudah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) HIPMI tentang Kode Etik Keanggotaan.

“Bab 2 Pasal 7 tentang Kode Etik Keanggotaan, ART Bab 2 Pasal 10 tentang Penghentian Anggota Jo PO 07 Bab 2 Pasal 4 ayat (3) Tentang Merusak Citra dan Marwah Organisasi, Jo PO 08 Bab 2 Pelanggaran dan Sanksi Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Jo PO 08 Bab 3 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Pasal 6 dan Pasal 7. Jadi kesepakatan kita tadi adalah kita menonaktifkan saudara Azis Tunny sebagai ketum HIPMI. Keputusan ini akan kita bawah lagi dalam RPBH diperluas untuk dilaporkan dalam RBPH Diperluas," ungkapnya.

Baca juga: Bukan Hamka Karepesina, Posisi Azis Tunny sebagai Ketua HIPMI Maluku Diganti Body Mailuhu

Baca juga: Resmi Jadi Ketua HIPMI Maluku, Body Mailuhu Sebut Penunjukan Hamka Karepesina Cacat Prosedur

Adapun posisi Azis Tunny sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku kini diganti Body Mailuhu yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris HIPMI Maluku.

Diberitakan, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

Buntut masalah itu, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) se-Maluku nyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua HIPMI Maluku, Azis Tunny.

Melalui konferensi pers di Basnup Cafe Ambon, Senin (12/9/2022), mereka juga meminta Azis Tunny segera mundur dari jabatan Ketua HIPMI Maluku.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved