Breaking News:

Maluku Terkini

Tanggapi Mosi Tokoh Agama, Bupati Seram Bagian Barat Pastikan Dukung Kegiatan Keagamaan

Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Andi Chandra As’aduddin, memastikan pemerintah mendukung dan akan memfasilitasi semua kegiatan keagamaan.

Ist
Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Andi Chandra As’aduddin. 

“Tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa mobil yang dipakai adalah kendaraan operasional keagamaan, bahkan berita acara pinjam pakai saja tidak ada, pajak kendaraan pun tidak dibayar oleh pemakai. Saya mau tertibkan agar tidak ada lagi jadi temuan terkait tata kelola aset mesin Pemda,” jelas Andi.

Andi namambahkan pihaknya sudah tiga kali menyurati para tokoh agama yang mendapatkan mobil, namun tidak ada yang mengindahkan surat pemberitahuan tersebut.

”Saya sudah menyurat. Surat pertama rentang waktu 1 bulan, surat ke-2 waktunya 2 minggu, surat ke-3 waktunya satu minggu. Tapi mereka tidak megindahkan, sehingga dilakukan penarikan yang kooperatif. Mereka antar mobil serahkan mobil dengan baik-baik,” ungkapnya.

Andi kembali menegaskan pihaknya sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan baik di kalangan masyarakat maupun ASN.

“Setiap salam pembukaan sambutan selalu saya pake assalamu’alaikum, salam sejahtera, syalom dan semua berlaku sama atas birokrasi. Sabtu pagi bagi umat Advent tidak ikut apel tidak masalah, karena mereka beribadah, okulele, ikut lomba di Ambon beta kasih dukungan. Mari kita sama-sama tetap menjaga dan membina relasi yang harmonis, tidak  mengiring permasalahan ke ranah agama karena justru akan mencederai toleransi beragama,” harap Andi.

Sebelumnya, Uskup Keuskupan Amboina, Mgr Seno Ngutra mewakili Para Tokoh Agama di Kabupaten Seram Bagian Barat  akan segera mengirimkan surat mosi tidak percaya Penjabat Bupati Seram Bagian Barat kepada Menteri Dalam Negeri.  Mosi tidak percaya ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat yang dinilai meresahkan para tokoh dan umat beragama di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Kami mendapatkan laporan dari tokoh agama di Seram Bagian Barat. Dan kami sudah bertemu Gubernur Maluku untuk menyampaikan keresahan para tokoh agama atas beberapa sikap dan kebijakan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat. Pertama, dari pihak Gereja Protestan Maluku yang akan mengadakan kegiatan keagamaan di Seram Bagian Barat dan meminta Penjabat Bupati untuk memperbaiki jalan ke lokasi acara tetapi tidak ditanggapi. Kedua, para tokoh agama ingin bertemu dengan Penjabat Bupati, menunggu dari Pukul tujuh pagi sampai jam delapan malam tetapi tidak diberikan kesempatan untuk bertemu,” ungkap Uskup Amboina, Mgr Seno Ngutra, Selasa, (13/9/2022) di Keuskupan Amboina.

Uskup Seno Ngutra menambahkan selain itu, sikap dan kebijakan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat yang semakin membuat pihaknya resah ketika Panitia Pesparani  (Pesta Paduan Suara Gerejani) ingin bertemu,

penjabat Bupati mempertanyakan keabsahan  Pesparani. Padahal Pesparani dibentukan berdasarkan SK Menteri Agama untuk Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) untuk tingkat nasional dan di daerah disebut LP3KD yang dibentuk berdasarkan SK Bupati.

Selain itu para tokoh agamanya juga mengeluhkan perlakuan dan kebijakan yang juga dilakukan oleh Penjabat Bupati Seram Bagian Barat yakni menarik semua mobil operasional, bantuan pemerintah untuk para tokoh agama di Seram Bagian Barat. (*)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved