Breaking News:

Maluku Terkini

Tanggapi Mosi Tokoh Agama, Bupati Seram Bagian Barat Pastikan Dukung Kegiatan Keagamaan

Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Andi Chandra As’aduddin, memastikan pemerintah mendukung dan akan memfasilitasi semua kegiatan keagamaan.

Ist
Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Andi Chandra As’aduddin. 

TRIBUNAMBON.COM -- Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Andi Chandra As’aduddin, memastikan pemerintah mendukung dan akan memfasilitasi semua kegiatan keagamaan.

Hal ini untuk menanggapi keresahan dan keluhan tokoh agama yang diwaliki Uskup Keuskupan Amboina, Uskup Seno Ngutra.

“Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat sangat mendukung kegiatan keagamaan. Buktinya kucuran APBD sebesar Rp200 juta diberikan kepada kontinganSeram Bagian Barat yang akan mengikuti Pesparani di Kota Tual.  Bahkan beta terus tanya kenapa hanya dianggarkan Rp200 juta di APBD, sedangkan proposal yang diajukan ada Rp650 juta. Dan saya ingin sampaikan dana itu cair, bukan karena tekanan tetapi bukti kepedulian dan perhatian pemerintah,” tegas Penjabat Bupati SBB, Andi Chandra As’aduddin kepada Tribun Ambon.com melalui pesan Whatshap, Rabu (14/9/2022).

Andi menegaskan Pemda SBB bantuan dana hanya merupakan dukungan dan tidak wajib bagi pemerintah untuk menanggung 100 persen kebutuhan anggaran kontingen Pesparani SBB.

“Di APBD hanya dianggarkan Rp200 juta.  Nilai ini ditetapkan oleh mantan bupati,” ungkap Andi.

Terkait keabsahan Pesparani dan Surat Keputusan Lembaga Pesparani SBB yang dipertanyakan menurut Andi bukan keabsahan kegiatan perparani namun keabsahan lembaga Pesparani di SBB.

Baca juga: Tokoh Agama Akan Ajukan Mosi Tidak Percaya Kepada Pejabat Bupati Seram Bagian Barat, Ini Alasannya

Baca juga: Tokoh Agama di Maluku Tengah Serukan Warga Jaga Perdamaian

Karena SK mantan bupati M. Yasin Payapo yang sudah meninggal adalah tentang terbentuknya lembaga Pesparani. Bukan mengikuti setiap event Pesparani.

“Jadi SK memang seharusnya selalu dievaluasi disesuaikan dengan kondisi yang berkembang,” tegas Andi.
Andi meminta polemik bantuan dana untuk kontingen Pesparani SBB tidak perlu diperpanjang. Sebab dana hibah bukan sebuah keharusan. Tetapi penggunaannya harus tetap diawasi pemerintah daerah sebab akan dipertanggungjawabkan saat tutup tahun anggaran.

“Yang seperti ini seyogyanya tidak menjadi debatable,” ujarnya.

Lebih lanjut Andi menjelaskan jalan di desa Kaibobo-Waisarissa yang diminta untuk diperbaiki karena akan ada kegiatan keagamaan dari jemaat Gereja Protestan Maluku sudah dibangun  sudah dibangun dengan konstruksi Lapen dan bukan hotmix sehingga selalu mengalami kerusakan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved