Breaking News:

Maluku Terkini

Secara Sukarela, Warga Pulau Haruku Serahkan Satu Pucuk Senpi Ilegal ke TNI

Secara sukarela, seorang warga Desa Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah menyerahkan satu pucuk senjata api organik laras panjang kepada TNI.

Ist
Seorang warga Desa Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api organik laras panjang kepada Personil Kesdam XVI. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Secara sukarela, seorang warga Desa Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah menyerahkan satu pucuk senjata api organik laras panjang kepada TNI.

Penyerahan senjata api ini langsung kepada Personil Kesdam XVI/Pattimura Kapten Ckm Andrey F Kaihena, Senin (12/9/2022).

Kakesdam XVI/Pattimura Kolonel Ckm Masri Sihombing mengatakan bahwa penyerahan senjata itu dilakukan atas dasar sukarela.

Penyerahan senpi itu juga terjadi karena adanya kedekatan antara warga tersebut dengan personil Kesdam XVI/Pattimura yakni Kapten Ckm Andrey F Kaihena.

Tidak sampai disitu, warga tersebut juga merasakan bantuan oleh Aparat TNI Kodam XVI Pattimura selama ini dalam memberikan pengobatan gratis, vaksinasi dan khitanan masal kepada masyarakat Pulau Haruku.

Sehingga faktor itu juga menjadi faktor penyerahan senjata api ilegal secara sukarela oleh warga tersebut.

"Warga Desa Hulaliu tersebut merasa tersentuh hatinya karena keluarganya yang sakit diberikan pertolongan untuk dirujuk dan diobati di RST dr J.A Latumeten," pungkasnya.

Baca juga: Pangdam Pattimura Janji Bantu Polisi Tindak Pihak yang Tak Punya Kewenangan Kepemilikan Senjata Api

Baca juga: Polda Maluku Ungkap Kesulitan Temukan Senjata Api di Haruku karena Warga Tutup Mulut

Masri menambahka, warga tersebut juga menyerahkan senjatanya kepada anggota Kesdam Pattimura karena dia menyadari bahwa menyimpan senjata api merupakan perbuatan melanggar hukum.

"Pas mau menyerahan warga ini sempat takut tapi Kapten Andrey Kaihena meyakinkan dia dan bertemu saya agar senpi tersebut diserahakan kepada negara, dan akhirnya dia mau menyerahkan senjatanya itu," tandasnya.

Terpisah dari Itu, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa mengapresiasi atas keberhasilan personil Kesdam XVI/Pattimura yang telah menerima senjata ilegal dari masyarakat secara sukarela.

“Ini salah satu wujud keberhasilan Kesdam XVI/Pattimura yang mampu mendapatkan senjata secara sukarela dari masyarakat.Semoga hal seperti ini dpat ditiru oleh Prajurit yang lain,” ucap Pangdam.

Pangdam juga mengimbau agar terus menggalakkan pendekatan secara humanis dan tegas kepada masyarakat agar meningkatkan lagi kesadaran untuk menyerahkan barang-barang berbahaya tersebut.

"Saat ini senjata api illegal itu masih ada dan semua anggota harus berupaya menarik dari masyarakat untuk mengamankannya sehingga kondusifitas di Maluku dan Maluku Utara tetap terjaga," tutupnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved