Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Polisi Periksa Azis Tunny terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pedagang di Ambon

Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku menyebutkan, kehadiran Azis Tunny itu sebagai saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
Sumber; Istimewa
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku, Kombes Pol Andi Iskandar mengatakan, kehadiran Azis Tunny itu sebagai saksi dalam penyelidikan kasus tersebut. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny diperiksa terkait kasus dugaan pemerasan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Rabu (13/9/2022).

Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku menyebutkan, kehadiran Azis Tunny itu sebagai saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.

“Iya selasa kemarin kita sudah meminta keterangan dari saudara Aziz Tunny,” ujar Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku, Kombes Pol Andi Iskandar kepada Tribun Ambon melalui pesang singkat WhatsApp.

Andi Iskandar menambahkan, kasus ini akan berlanjut dengan pemanggilan terhadap saksi-saksi lain yang diduga terlibat dalam persoalan ini.

"Nanti perkembangan dari kasus ini saya infokan lagi," terangnya.

Sejauh ini sudah dalam kasus dugaan pemerasan pedagang di Aasar Mardika Ambon, sudah ada dua saksi yang diperiksa.

Diberitakan, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Baca juga: BPC HIPMI Maluku; Klarifikasi Azis Tunny soal Dugaan Pemerasan Tidak Lindungi Martabat Organisasi

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved