Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Apa Itu Mosi Tidak Percaya yang Digaungkan HIPMI Maluku Tuk Azis Tunny Mundur dari Jabatannya

Mosi Tidak Percaya itu digaungkan HIPMI Maluku kepada Azis Tunny untuk mundur dari jabatan Ketua. Hal itu dilakukan lantaran Azis Tunny diduga telah m

Editor: Adjeng Hatalea
Kolase
Azis Tunny, orang dekat Gubernur Maluku yang diduga peras pedagang Pasar Mardika Ambon. 

Namun, jika merujuk pada KBBI, kata 'mosi' diartikan sebagai keputusan rapat, misal parlemen, yang menyatakan pendapat atau keinginan para anggota rapat.

Sementara itu, mosi tidak percaya diartikan dalam KBBI sebagai pernyataan tidak percaya dari DPR kepada kebijakan pemerintah.

Kapan istilah mosi tidak percaya dikenal?

Dari berbagai sumber dirangkum bahwa mosi tidak percaya alias motion of no confidence semula berakar dari tradisi politik di Parlemen Inggris.

Tradisi ini dimulai pada Maret 1782 setelah kekalahan pasukan Britania dalam Pertempuran Yorktown (1781) dalam Perang Revolusi Amerika, Parlemen Kerajaan Britania Raya memutuskan bahwa mereka "tidak lagi percaya kepada menteri saat itu". 

Perdana Menteri waktu itu, Lord North, menanggapinya dengan meminta Raja George III untuk menerima surat pengunduran dirinya.

Hal ini meskipun tidak secara langsung menciptakan konvensi konstitusional; namun, pada awal abad ke-19, percobaan oleh Perdana Menteri untuk memerintah dalam keadaan tanpa mayoritas parlemen terbukti tidak berhasil, dan pada pertengahan abad ke-19, kemampuan mosi tidak percaya untuk memecahkan pemerintahan dibentuk di Britania Raya.

Biasanya, ketika parlemen memutuskan tidak percaya, atau gagal memutuskan percaya, sebuah pemerintahan harus;

  1. mengundurkan diri, atau
  2. membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum.

Kasus Azis Tunny

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Azis Tuny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Asiz Tuni berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Maluku, Murad Ismail agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

, Azis Tunny membantah telah menagih uang ratusan juta rupiah dari pedagang Pasar Mardika Ambon.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved