Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Dugaan Pungli Azis Tunny, Termasuk Patrick Papilaya

Kasus dugaan Punggutan Liar (Pungli) ke Pedagang Mardika Ambon yang diduga dilakukan oleh Ketua Hipmi Maluku, Azis Tunny saat ini masuk tahap penyelid

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Alfin
MALUKU TERKINI: Ps Kasih Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Moyo Utomo saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus dugaan Punggutan Liar (Pungli) ke Pedagang Mardika Ambon yang diduga dilakukan oleh Ketua Hipmi Maluku, Azis Tunny saat ini masuk tahap penyelidikan.

Penyelidikan oleh Polisi dilakukan menyusul adanya pelaporan aduan dari ketua External Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ambon, Husein Marasabessy Kamis (8/9/2022) pukul 13.30 WIT di Mapolresta Ambon.

"Iya kasus tersebut dari Pengaduan ke Kasium dan sudah disposisi ke Reskrim untuk penyelidikan,'' ucap Ps Kasih Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Moyo Utomo di ruang kerjanya, Senin (12/9/2022) Siang.

Lanjut dikatakan, saat ini penyidik sudah periksa dua saksi, di antaranya Pelapor dalam Hal ini Ketua External PMII Kota Ambon Husein Marasabessy, dan si perekam Patrick Papilaya.

"Sabtu kemarin keduanya sudah diperiksa sebagai saksi," terangnya.

Moyo juga mengungkapkan, dalam waktu dekat ini juga Penyidik segera memanggil saksi-saksi yang lain yang terlibat dalam kasus ini termasuk Ketua HIPMI Maluku, Aziz Tunny.

"Nanti perkembangan dari kasus ini saya infokan lagi," tandasnya.

Diberitakan, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

Menanggapi hal itu, Kadis Kominfo Maluku, Titus F. L. Renwarin kemudian menegaskan, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, tidak tahu menahu kalau ada tagihan kepada para pengusaha, membawa-bawa namanya.

Baca juga: Patrick Papilaya Tak Sangka Rekaman Percakapan Bahas Azis Tunny Viral

Bahkan, orang pertama didaerah ini tidak pernah memerintahkan siapapun untuk mengambil dana kepada pihak manapun termasuk kepada para pengusaha.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved