Breaking News:

Maluku Terkini

Temui Titik Terang, Pendeta Kesaulya Sebut BWS Maluku Segera Bangun Talud Gereja

Ketua Jemaat Gereja Petra Ahuru, Pendeta Dody Kesaulya mengaku sudah berkoordinasi dengan BWS Maluku terkait pembangunan talud panahan tanah.

Alfin
Ketua Majelis Jemaat GPM Petra, Pendeta Dody Kesaulya Bersama Balai Wilayah Sungai Maluku mengunjungi lokasi longsor di belakang Gereja Petra Ahuru, Minggu (11/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM –   Ketua Jemaat Gereja Petra Ahuru, Pendeta Dody Kesaulya mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terkait pembangunan talud panahan tanah.

Dari hasil koordinasi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku akan secepatnya membangun talud di belakang gereja sesuai dengan janji sebelum membangun Sabo Dam Ahuru beberapa tahun lalu.

“Iya kita sudah berkoordinasi dan BWS Maluku mereka mengatakan pengerjaan Sabo Dam ini ada kelanjutanya yakni membangun Talud disini,” ucap Kesaulya kepada TribunAmbon.com, Minggu (11/9/2022).

Pendeta Kesaulya mengaku selama ini pihaknya hanya miss komunikasi dengan pihak BWS Maluku dalam pembangunan Talud.

“Iya saya mau klarifikasi pemeberitaan awal bahwa BWS Maluku tidak bertangung jawab atas janji mereka, ternyata ini hanya miss komunikasi,”sebutnya.

Lanjut dikatakan, miss Komunikasi ini diketahui setelah pihak gereja duduk bersama dengar pendapat dengan BWS Maluku beberapa waktu lalu.

Sedangkan disisi lain PPK Sungai dan Pantai I BWS Maluku, Jakson Tehupuring mengatakan bahwa pihaknya akan sudah selesai membuat pengendalian Sungai (Sabo Dam) di Kawasan Ahuru.

Sabo dan di ahuru 11119
Sabo Dam di Ahuru Kota Ambon, Minggu (119/2022)

Baca juga: Pendeta Kesaulya Sebut BWS Maluku dan PT. Diyan Nugraha Saotanre Bohongi Jemaat Gereja Petra Ahuru

Selanjutnya BWS juga akan mendesain proses pembangunan talud dibagian belakang gereja .

“Saat ini masih proses desain di Jakarta, kita tunggu saja keputusannya kalau sudah keluar maka langsung dikerjakan talud ini,” terangnya.

Jakson juga akui bahwa tahun 2022 ini mungkin tidak bisa dikerjakan karena memakai anggaran dari APBN.

“Dan seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini pembahasan APBN sudah ditutup,”pungkasnya.

Dengan begitu dipastikan awal tahun 2023, baru bisa dikerjakan talud penahan tanah di belakang Gereja Petra ini.(*)

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Potensi Desa Wisata Hila jadi Titik Nol Jalur Rempah Bangkitkan Ekonomi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved