Breaking News:

JNE 'Ngajak Online' Pelaku Usaha Kecil Menengah di Ambon, Ini Keuntungan yang Didapat

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM agar bisa meningkatkan strategi penjualan di era digital.

Jne
JNE 'Ngajak Online' Pelaku Usaha Kecil Menengah di Ambon 

TRIBUNAMBON.COM -- Sudah tak terbantahkan lagi, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memberi berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Tak terkecuali pelaku UKM di Ambon.

Banyak produk UKM yang memiliki potensi berkembang pasarnya karena dukungan keunikan dan kekhasannya.

Untuk mendukung mereka,  JNE menggelar webinar Ngajak Online 2022 Golaborasi Bisnis Online di Kota Ambon, Kamis (8/9/2022).

Program JNE Ngajak Online'> JNE Ngajak Online ini telah diselenggarakan sejak 2017.

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa meningkatkan strategi penjualan di era digital.

Muliadi selaku Branch Manager JNE Ambon mengatakan kurang lebih ada 100.000 pelaku UMKM di Maluku yang 26.000 di antaranya berasal dari Ambon.

Sebagai salah satu pelaku usaha yang banyak memberikan kontribusi pembangunan secara tidak langsung, dia berharap berharap UMKM bersama JNE semakin bisa adaptif dan meningkatkan produktivitas.

“UMKM di Ambon memiliki potensi untuk berkembang apabila dapat memaksimalkan penjualan secara online. Karena itulah JNE hadir dan menyelenggarakan program JNE Ngajak Online 2022 Golllaborasi Bisnis Online,” ujar dia.

Baca juga: Resmi Digelar, Ada Pameran UMKM Hingga Fashion Show di Maluku Manggurebe

Baca juga: Bodewin Wattimena Minta Pelaku UMKM di Ambon Tingkatkan Produktivitas

Untuk diketahui, Ngajak Online kali ini menghadirkan dua narasumber dari pegiat UMKM, yakni Novia Safitri selaku Owner Fenticon.id dan Oci Salang selaku Owner Butik Fashion Sepanjang Jaya.

Oci Salang selaku Owner Butik Fashion Sepanjang Jaya mengatakan pelaku UMKM harus memanfaatlkan media ssial.

Pasalnya, meski sempat terdampak pandemi, dia berhasil membangun branding di media sosial.

“Setelah 2020, kita sangat terpukul karena kenaikan omzet belum ada. Bagaimanapun, untuk promosi di kanal digital, kita perlu memiliki target pasar dan mencari diferensiasi dari pesaing," ucap Oci.

Beberapa media sosial dijajaki Oci untuk mempromosikan bisnisnya, mulai dari Instagram, Facebook, Whatsapp, hingga saat ini mulai menjamah ke socio-commerce TikTok Shop.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved