Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Sesuai Rekaman, Pedagang Akui Sewa Lapak di Trotoar Rp 25 Juta, Tapi Tak Kenal Siapa Azis Tunny

Respon pedagang soal rekaman pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupia

Alfin
Lapak yang dibangun Pemerintah Kota Ambon diatas trotoar sepanjang Jalan Pantai Mardika 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebelumnya beredar rekaman suara, pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny.

Rekaman suara memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Dalam narasinya, disebutkan uang ratusan juta dari pedagang Pasar Mardika Ambon diminta Ketua HIMPI Azis Tunny sebagai jatah setelah pedagang diberi izin bangun lapak di trotoar.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu mengungkapkan, uang yang diberikan Al ke Azis Tunny secara bertahap yang jika ditotalkan mencapai 200 juta lebih.

Al mengaku dia juga sudah sempat meminta Azis Tunny untuk tak minta-minta lagi mengingat kondisi pedagangn.

Terlebih saat dia melihat perjuangan pedagang mendapatkan uang Rp. 25 juta agar bisa tetap punya lapak untuk berjualan.

Terkait rekaman ini, Alham Valeo saat dihubungi TribunAmbon untuk meminta penjelasan rekaman telepon yang beredar belum ditanggapi.

Sementara itu, pedagang Pasar Mardika Kota Ambon yang berjualan diatas trotoar mengakui membayar uang sewa lapak sebesar Rp 25 juta.

Baca juga: Siapa Azis Tunny; Orang Dekat Gubernur Maluku yang Diduga Peras Pedagang Pasar Ambon

Baca juga: Viral Pedagang di Ambon Diduga Diperas Ketua HIPMI Maluku Bawa Nama Gubernur Murad

Harga sewa tersebut dibayarkan langsung kepada pihak ketiga yakni Alham Valeo selaku Ketua Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA).

Namun, ia mengaku tak kenal siapa Azis Tunny serta tak tak tahu menahu soal pembayaran uang yang dilakukan Alham Valeo itu, sebagian akan diberikan ke Azis Tunny.

"Iya pertama saya kira punya pemkot datang kesana minta sewa lapak cuma diminta bayar langsung ke Pak Alham karena beliau yang tangani," ujar ibu Tina (45) kepada Tribun Ambon.com, Kamis (8/9/2022).

Dikatakan, katanya jika sudah membayar harga sewa lapak Rp 25 juta itu, artinya mereka bisa menempatinya hingga revitalisasi gedung putih selesai.

"Iya sejauh ini tidak ada bayaran tambahan lagi cuma Rp. 25 saja saat masuk dan itu harus bayar case tidak boleh cicil," pungkasnya.

Tina juga menyebutkan bahwa semua lapak yang dibangun diatas trotoar Pantai Losari dan samping Jembatan PU oleh Pemerintah Kota Ambon, proses pembayaranya ditangani oleh pihak ketiga yakni Ketua Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA) Alham Valeo.

Untuk diketahui,  Pemerintah Kota Ambon mulai membangun sekiranya 200 lapak di Pantai Losari dan 100 lebih lapak di samping jembatan PU pada akhir tahun 2021 dan selesai di awal tahun 2022.

Lapak tersebut diperuntuhkan untuk pedagang kaki lima yang dulu menempati gedung putih sebelum revitalisasi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved