Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Diduga Peras Pedagang, Ketua Hipmi Azis Tunny Harus Disanksi Tegas!

Sikap Azis Tunny yang diduga menagih uang ratusan juta dari pedagang tidak manusiawi.

Instagram
Azis Tunny, orang dekat Gubernur Maluku yang diduga peras pedagang Pasar Mardika Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon menanggapi adanya dugaan pemerasan yang dilakukan Ketua Hipmi, Azis Tunny.

Menurutnya, sikap Azis Tunny yang diduga menagih uang ratusan juta dari pedagang tidak manusiawi.

“Saudara Azis Tunny yang kapasitasnya sebagai Ketua HIPMI Maluku diduga memeras tukang bawang sebesar Rp150 juta ini sangat tidak manusiawi,” kata Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Ambon, Poyo Sohilauw kepada TribunAmbon.com, Kamis (8/9/2022).

Bahkan, Sohilauw meminta agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPMI memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada Azis Tunny.

Baca juga: Azis Tunny Akhirnya Dipolisikan atas Dugaan Pungli terhadap Pedagang Pasar Mardika Ambon

Baca juga: Viral Azis Tunny Diduga Tagih Uang Ratusan Juta dari Pedagang, Gerindra Tegaskan Bukan Kader Partai

Baca juga: Ini Transkip Lengkap Rekaman yang Sebut Ketua Hipmi Azis Tunny Peras Pedagang Mardika Ratusan Juta

Mengingat, perbuatan tersebut tidak sesuai dengan visi dan misi dari HIPMI sendiri.

“Kami meminta agar HIPMI Maluku dan DPP HIPMI agar segera memberikan sanksi kepada saudara Azis Tunny sebagai ketua HIPMI Maluku yang diduga melakukan pemerasan tersebut karena tidak sesuai dengan visi dan misi besar HIPMI,” pintanya.

Lanjut dia, para pedagang yang berjualan di Pasar Mardika itu sudah cukup kesusahan, sehingga bagaimana mungkin pemerintah tidak melihat ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan membuat para pedagang semakin susah.

“Insiden semisal ini sudah harus tidak terjadi kedepan, saatnya saudara Azis Tunny sudah harus dievaluasi oleh internal HIPMI karena mencederai nawacita HIPMI itu sendiri. Praktek ini sangat tidak berprikemanusiaan,” cetus Sohilauw.

Ia meminta pemerintah segera melakukan fungsi kontrol terhadap penyediaan lapak di Pasar Mardika agar tidak lagi dijadikan sebagai ladang memperkaya oknum-oknum tertentu.

Diberitakan, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved