Breaking News:

Nasional

Kebocoran 105 Juta Data Penduduk Diklaim Valid, Begini Cara Bug Hunter Mengeceknya

Kesimpulan ini diambil setelah Afif melakukan pengecekan NIK acak (random) melalui situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kediri.

Editor: Adjeng Hatalea
(Shutterstock)
Ilustrasi kejahatan digital, data pribadi, peretasan, peretasan digital, hacker 

TRIBUNAMBON.COM - Peneliti keamanan siber independen yang juga seorang bug hunter (pemburu celah keamanan internet), Afif Hidayatullah mengatakan, data yang dibagikan Bjorka itu valid.

Diketahui 105 juta data kependudukan warga Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online "Breached Forums".

Data tersebut dijual oleh anggota forum dengan username "Bjorka" dalam sebuah unggahan di situs Breached Forums berjudul "INDONESIA CITIZENSHIP DATABASE FROM KPU 105M" (database kependudukan Indonesia dari KPU 105 juta).

Bjorka merupakan akun yang sama yang membocorkan data pelanggan IndiHome dan menjual 1,3 miliar nomor HP dan NIK pelanggan seluler Indonesia.

Bjorka mengeklaim bahwa kebocoran data ini berasal dari KPU RI.

Dalam deskripsi informasi, diketahui bahwa data yang dijual Bjorka tepatnya berjumlah 105.003.428.

Kesimpulan ini diambil setelah Afif melakukan pengecekan NIK acak (random) melalui situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kediri.

Dia lantas mencari sampel NIK yang berasal dari daerah tersebut untuk bisa dilakukan pengecekan melalui situs web tersebut.

Baca juga: 105 Juta Data Penduduk Bocor & Dijual di Forum Online, KPU: Itu Bukan Milik Kami

"Saya coba check (secara) random NIK-nya. Salah satunya yang ada di kota Kediri, yaitu 3571************, dan (hasilnya) ya NIK sih valid. Menurut saya, berarti data ini benar data masyarakat kita," kata Afif, Selasa (6/9/2022).

Meski begitu, Afif belum mengetahui sumber kebocoran 105 juta data kependudukan milik warga Indonesia, meski muncul dugaan sementara bahwa data itu bocor dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kalau sumber, saya belum yakin. Cuma (jika) dilihat dari file sample itu diberi nama 'DPTKPU2M', kalau dipisah (menjadi) DPT KPU. Ini di (pencarian) Google masuknya data pemilihan tetap (DPT). Ini masih dugaan saya," kata Afif.

 

 

(Kompas.com / Vitorio Mantalean / Dani Prabowo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved