Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kostum Unik Warnai Lomba Gerak Jalan Indah dan Baris Empang Negeri Tawiri Ambon, Ada yang Pakai APD

Beragam kostum unik warnai lomba gerak jalan indah dan baris empang di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon.

Tanita
Peserta lomba baris empang Negeri Tawiri mengenakan APD Covid-19, Minggu (4/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Beragam kostum unik warnai lomba gerak jalan indah dan baris empang di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon.

Kostum unik ini di kreasikan oleh warga Negeri Tawiri yang juga peserta lomba.

Misalnya saja pada Lomba Gerak Jalan Indah, pada Sabtu (3/9/2022), ada sekelompok peserta yang mengenakan pakaian sesuai dengan pekerjaan masing-masing.

“Jadi memang kami ini mempresentasikan masing-maisng pekerjaan yang kami miliki, misalanya saya tipar mayang, teman saya ada yang dokter dan lainnya. Ini punya makna persatuan, apapun pekerjaannya harus sama-sama memajukan,” kata salah seorang peserta, Anton ‘Yey’ kepada TribunAmbon.com.

Anton ‘Yey’ salah seorang peserta lomba Gerak Jalan indah Negeri Tawiri, Kota Ambon yang mengenakan pakaian sesuai profesi yakni tipar mayang, Sabtu (3/9/2022).
Anton ‘Yey’ salah seorang peserta lomba Gerak Jalan indah Negeri Tawiri, Kota Ambon yang mengenakan pakaian sesuai profesi yakni tipar mayang, Sabtu (3/9/2022). (Tanita)

Baca juga: Penikmat Musik Ukulele di Berbagai Negara Beri Dukungan ke Mollucan Ukulele Day

Sementara pada lomba baris empang, Minggu (4/9/2022), ada yang mengenakan Alat Pelindung diri (APD) covid-19 yakni baju pelindung, penutup kepala, bahkan lengkap dengan alat disenfektan.

Tak ketinggalan ada juga yang memakai baju adat Ambon, serta daster dengan rambut palsu berbahan tali rafia warna-warni.

Ketua Panitia lomba, Ricky Davids Helaha mengatakan peserta lomba boleh mengkreasikan kostum apapun namun harus sopan.

Bahkan, kostum yang bagus juga menjadi penilaian tim juri.

“Kita panitia tidak melarang, bahkan kita bilang ke peserta boleh pakai apapun yang penting sopan. Bahkan kostum ini jadi poin penilaian juga,” kata Hehala, Minggu.

Dijelaskannya, kedua lomba ini dalam rangka memperingati HUT Kota Ambon ke 447 dan HUT GPM ke 87.

Apalagi, dua mata lomba yang sering diperlombakan di Ambon ini sudah tak lagi diadakan sejak pandemi covid-19 melanda.

“Jadi dalam rangka HUT kota Ambon ke 447 dan HUT GPM ke 87, saya sebagai ketua panitia berinisiatif untuk membuat kegiatan ini. Karena kerinduan masyarakat, sudah tiga tahun dilanda covid-19 kita tidak ada kegiatan apa-apa,” jelas Hehala yang juga anggota DPRD Kota Ambon ini.

Diketahui, sebanyak 1500 peserta ikut dalam dua mata lomba ini.

Tak hanya warga Tawiri, antuasias juga datang dari warga luar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved