Breaking News:

Nasional

Minta Polisi Kembalikan Barang Milik Brigadir J ke Keluarga, Komnas HAM: Bisa Jadi Itu Kenangan

Komisioner Komnas HAM bidang Penyelidikan M Choirul Anam mengatakan, bisa jadi barang-barang Brigadir J memiliki kenangan tersendiri bagi pihak keluar

Editor: Adjeng Hatalea
Instagram @artis.indo_hits dan kolase tribunAmbon
Beredar Video Kebersamaan Ferdy Sambo Main Basket Bareng Brigadir J, Terlihat Akrab 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pihak kepolisian untuk mengembalikan barang-barang milik Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang masih belum diserahkan kepada pihak keluarga.

Komisioner Komnas HAM bidang Penyelidikan M Choirul Anam mengatakan, bisa jadi barang-barang Brigadir J memiliki kenangan tersendiri bagi pihak keluarga.

"Tolong dikembalikan atau dicari, barang itu bisa jadi tidak hanya soal barang tetapi memori, ikatan dan kenangan, itu penting dijawab teman-teman kepolisian," kata Anam saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Kamis (1/9/2022).

Selain itu, Anam mengatakan, pengembalian barang milik Brigadir J bisa memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga.

Dia menambahkan, barang-barang yang hilang seperti ponsel dan beberapa barang lainnya bisa menambah bukti lain terhadap pengungkapan kasus pembunuhan yang dialami Brigadir J.

"Komnas HAM secara imparsial ingin melihat (pengembalian) barang ini dalam konteks (keadilan) yang sama," papar Anam.

Baca juga: Temuan Komnas HAM Disebutkan Tidak Ada Penyiksaan terhadap Brigadir J, Murni Luka Tembak

Diberitakan sebelumnya, Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.

Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E atau Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.

Polri telah menetapkan Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Putri Candrawathi, serta Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Atas perbuatan mereka, kelima tersangka itu dijerat pasal pembunuhan berencana yang termaktub dalam Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman seumur hidup dan hukuman mati.

 

(Kompas.com / Singgih Wiryono / Bagus Santosa)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved