Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Jawaban Angelina Sondakh saat Tahu Nasibnya Disamakan dengan Kasus Putri Candrawathi

Beberapa tahun lalu, nama saya juga diperbincangkan, dikaitkan dengan dan dibandingkan dengan pelaku terpidana kasus Korupsi," katanya.

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Kolase Tangkap Layar Kompas TV/Istimewa
Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (7/8/2022). 

TRIBUNAMBON.COM - Angelina Sondakh kaget dibandingkan dengan Putri Candrawathi.

Masa lalu Angelina Sondakh yang harus dipenjara saat anaknya masih Bayi dibandingkan dengan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Seperti Angelina Sondak, Putri Candrawathi pun harus terjerat kasus hukum saat anaknya masih bayi.

Bahkan Putri Candrawathi terancam hukuman penjara.

Angie, sapaan  Angelina Sondakh angkat bicara mengenai hal ini di akun TikTok @angelina sondakh.

Ia mengaku kaget saat namanya ikut disebut-sebut dalam kasus viral itu.

Meski ini bukanlah pertama kali nasibnya disamakan dengan kasus hukum lain.

"Saya juga kaget ketika nama saya diperbincangkan dan dikaitkan dan diperbandingkan dengan kasus yang sedang viral.

Beberapa tahun lalu, nama saya juga diperbincangkan, dikaitkan dengan dan dibandingkan dengan pelaku terpidana kasus Korupsi," katanya.

Bak merasa tak nyaman, Angelina Sondakh tegas enggan mengingat masa kelamnya itu.

Dimana sang suami yakni Adjie Masaid meninggal dunia.

Sementara anaknya yang baru berusia 2,5 tahun harus diasuh sopirnya.

"Jujur saya ingin mengubur masa lalu saya, karena saat-saat itu adalah saat-saat yang paling menyedihkan karena saya harus terpisah dengan anak saya Keanu,

yang pada waktu itu masih berusia 2,5 tahun dan baru ditinggal meninggal oleh ayahnya," tambahnya.

Angelina Sondakh meyakini, takdir yang diatur Allah indah pada waktunya.

"Tapi saya yakin takdir adalah milik Allah, dan Allah maha tau," bebernya.

"Alaisallahu bi ahkamil hakimin. Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya," pungkas Angelina Sondakh.

Sebagai informasi, Angelina Sondakh pernah mendekam di balik jeruji besi karena kasus Korupsi.

Ia harus dipenjara selama 10 tahun.

Putri Candrawathi belum menggunakan baju tahanan

Sementara itu, rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir J digelar pada hari ini, 30 Agustus 2022.

Para tersangka akan dihadirkan yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Dari kelimanya, hanya Putri Candrawathi yang tidak akan menggunakan baju tahanan. Apa alasannya?

Tim khusus (timsus) Polri akan menggelar rekontruksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, pada hari ini, Selasa (30/8/2022).

Dimana, proses rekonstruksi akan berlangsung di rumah dinas, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta.

Terkait itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji rekontruksi pembunuhan Brigadir J yang melibatkan lima orang tersangka itu akan dilakukan secara transparan.

"Semuanya transparan tidak ada yang kita tutupi. Kita proses sesuai dengan fakta dan itu janji kita," kata Kapolri Listyo.

Meski begitu, mantan Kabareskrim Polri ini enggan merinci terkait proses rekontruksi yang akan menghadirkan eks Kadiv Propam Ferdy Sambo dan 4 tersangka lainnya.

Menurutnya, hal itu merupakan teknis yang akan dilakukan oleh tim penyidik.

"Itu teknis ya itu biar diserahkan ke penyidik yang penting saya doakan kalau kita semua tetap seperti komitmen kita," jelasnya.

Pihak kepolisian mengatakan, proses rekonstruksi itu akan menghadirkan lima tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf, dan Putri Chandrawati.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menegaskan, bahwa Ferdy Sambo dan para tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat dipastikan memakai baju tahanan saat proses rekonstruksi.

Nantinya, hanya ada empat tersangka yang bakal memakai baju tahanan.

"4 tersangka berstatus tahanan akan menggunakan baju tahanan," kata Andi, Senin (29/8).

Adapun keempat tersangka tersebut adalah Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripda Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Menurut Andi, tersangka Putri Candrawathi tidak memakai baju tahanan lantaran masih belum diproses penahanan oleh penyidik Polri.

"Tersangka PC bukan tahanan," pungkasnya.

Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis memastikan bahwa kliennya bakal hadir dalam rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. Menurutnya, kliennya dipastikan hadir dalam proses rekonstruksi tersebut.

"InsyaAllah akan hadir," kata Arman.

Sementara itu, Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ronny Talapessy menyatakan bahwa kliennya juga dipastikan bakal hadir dalam rekonstruksi tersebut.

Nantinya, kata dia, pihaknya bakal berkoordinasi dengan penyidik timsus Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Pada prinsipnya siap cuma kita akan koordinasi dengan penyidik dan LPSK," jelas Ronny.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan turut melibatkan Komnas HAM dan Kompolnas dalam rekonstruksi tersebut.

Pihaknya ingin menjaga tranparansi dan objektifitas dalam pengungkapan kasus.

"Kemudian juga agar pelaksanaannya juga berjalan secara transpanan, objektif, dan akuntabel, penyidik juga mengundang Komnas HAM, Kompolnas," ungkapnya.

"Ini sesuai komitmen Kapolri, bahwa seluruh prosesnya ini harus juga untuk menjaga transparansi, objektifitas kita mengundang pengawas dari eksternal yaitu Komnas HAM dan Kompolnas," sambung Dedi.

(*/ TribunPalu.com / Tribun Style/Putri )

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved