Breaking News:

Nasional

Terbaru Soal Kasus Suap Pendirian Gerai Alfamidi di Ambon, Giliran Direktur Kepatuhan BCA Diperiksa

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Lianawaty diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin pembangunan gerai Alfamidi di Kota

Editor: Adjeng Hatalea
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Lianawaty diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin pembangunan gerai Alfamidi di Kota Ambon tahun 2020. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Penyidikan kasus dugaan suap izin pembangunan gerai Alfamidi di Kota Ambon tahun 2020 terus bergulir.

Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Kepatuhan Bank Central Asia (BCA) Lianawaty Suwono untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (1/9/2022).

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Lianawaty diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin pembangunan gerai Alfamidi di Kota Ambon tahun 2020.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan sejumlah tersangka.

Di antaranya adalah mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Pemeriksaan dilakukan Kantor KPK Gedung Merah Putih,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan.

KPK masih terus mengusut dugaan suap yang menjerat Richard dan orang kepercayaannya, Andrew Erin Hehanusa, serta karyawan Alfamidi bernama Amri.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang Pengurusan Izin Alfamidi di Ambon

Belakangan, KPK mengembangkan kasus tersebut dan menetapkan Richard sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Saat ini, kasus tersebut masih diusut KPK. Penyidik telah memanggil sejumlah saksi. Termasuk di antaranya adalah tiga petinggi PT Midi Utama Indonesia yang membawahi usaha ritel Alfamidi.

Mereka adalah Direktur PT Midi Utama Indonesia Suantopo Po, Property Development Director Lilik Setiabudi, dan General Manager License PT Midi Utama Indonesia Agus Toto Ganeffian.

Richard diduga menerima suap Rp 500 juta untuk menerbitkan persetujuan prinsip pembangunan 20 gerai Alfamidi di Kota Ambon.

Uang itu diberikan oleh Amri melalui Andrew.

 

(Kompas.com / Syakirun Ni'am / Dani Prabowo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved