Maluku Terkini
8 Penampung Air Sudah Terbangun di Kepulauan Tanimbar Maluku, Ini Daftarnya
Kementerian PUPR telah membangun sebanyak delapan penampung air di Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku.
TRIBUNAMBON.COM -- Kementerian PUPR telah membangun sebanyak delapan penampung air di Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku.
Keberadaan penampung air itu sebagai upaya meningkatkan tampungan air, serta mengatasi kekeringan akibat kemarau ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, beberapa pulau terpencil/terluar masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.
"Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR untuk terus berupaya menyediakan infrastruktur, antara lain pembangunan embung," ujarnya dikutip dari laman Kementerian PUPR, Kamis (01/09/2022).
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Marva Rania Ibnu menyampaikan, dari total delapan embung di Kepulauan Tanimbar, terdapat dua yang baru selesai dibangun pada 2020.
Baca juga: Jelang Kunjungan Jokowi ke Saumlaki-Kepulauan Tanimbar, PLN Pastikan Siap Jaga Keandalan Listrik
Yakni Embung Desa Arma dengan kapasitas tampungan 2.156 meter kubik, dan Embung Sofyanin dengan kapasitas 2.850 meter kubik. Utamanya ditujukan untuk konservasi air serta pengendalian banjir.
5.000 Warga Kepulauan Tanimbar Ikuti Pemungutan Suara Susulan
Pembangunan Embung Arma di Pulau Yamdena dilaksanakan dengan APBN Tahun 2020 sebesar Rp 5,43 miliar dan Embung Sofyanin di Pulau Fordata dengan APBN Tahun 2020 sebesar Rp 3 miliar.
"Saat ini keduanya sudah selesai dan sudah dirasakan manfaatnya oleh penduduk sekitar," kata Marva.
Lalu sebanyak enam embung lainnya meliputi Embung Sangliat Krawain berkapasitas 1.896 meter kubik dibangun pada 2019, Embung Alusi Kelaan berkapasitas 2.121 meter kubik dibangun pada 2019.
Selanjutnya Embung Batu Putih berkapasitas 3.100 meter kubik dibangun pada 2017, Embung Lorwembun berkapasitas 1.980 meter kubik dibangun pada 2017.
Kemudian, Wmbung Kelaan berkapasitas 3.500 meter kubik dibangun pada 2017, dan Embung Aruibab berkapasitas 1.542 meter kubik dibangun pada 2014.
Dikatakan Marva, untuk pemeliharaan dan pengembangan embung ke depannya, BWS Maluku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
"Rencana selanjutnya untuk embung-embung yang telah dibangun tersebut kami akan lakukan pengembangan pemanfaatannya sebagai Ruang Publik seperti ekowisata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi air dan lingkungan," pungkas Marva. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/penampung-air-tanimbar.jpg)