Breaking News:

Maluku Terkini

Warga Kompleks Apui Masohi Akui Tidak Tidur Karena Rumah Kebanjiran

Banjir genangi puluhan rumah warga di Kompleks Apui, Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi, sejak Jumat (26/8/2022) malam.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman
Banjir kembali menggenangi rumah warga di Kompleks Apui, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Sabtu (27/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Banjir genangi puluhan rumah warga di Kompleks Apui, Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi, sejak Jumat (26/8/2022) malam.

Seorang warga yang terdampak banjir di Kompleks Apui Masohi, Dasima (53). mengatakan banjir genangi rumahnya sekira lutut orang dewasa.

Ia mengaku tidak tidur sejak air genangi rumahnya pada Jumat malam, hingga sekarang Sabtu (27/8/2022).

"Saya tidak tidur tadi malam, selain air yang sudah menggenangi, saya tentu harus waspada bila hujan lebat kembali terjadi," ujar Dasima.

Dasima mengatakan, air sudah mulai menggenangi rumahnya sejak Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIT.

Hingga Sabtu pagi pukul 10.15 WIT, rumahnya masih terendam air.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Amahai Maluku Tengah Terendam Banjir

Baca juga: Jangan Dibuang! Papeda Dingin Bisa Jadi Kerupuk, Ini Resepnya

Bersama anggota keluarganya sampai siang ini, mereka masih membersihkan sisa-sisa banjir di rumahnya itu.

Banjir kembali menggenangi rumah warga di Kompleks Apui, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Sabtu (27/8/2022).
Banjir kembali menggenangi rumah warga di Kompleks Apui, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Sabtu (27/8/2022). (Lukman)

Lanjutnya, kondisi itu sudah ia alami dari tahun ke tahun.

Dimana, setiap kali musim hujan kompleks sekitar sering kebanjiran akibat luapan saluran air yang ada di kawasan itu.

"Belakangrumah ini pas ada got besar. Jadi kalau banjir, air sering meluap sampe masuk dalam rumah,"jelas Dasima.

Dasima berharap, pejabat di daerah tersebut bisa memberikan solusi terkait banjir yang sudah berulang kali terjadi.

"Katong harap pemerintah bisa bantusupaya kedepan tidak terjadi begini lagi. Kasian, kita tidak bisa tidur kalau kayak begini,"harap Dasima.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved