Breaking News:

Ambon Terkini

30 Persen Dikonsumsi Penduduk Kaya, Warga Ambon Sesalkan BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran

Lebih dari 80 persen anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite selama ini dikonsumsi 30 persen oleh penduduk terkaya di Indonesia.

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com
BBM di AMBON: BBM bersubsidi tidak tepat sasaran bagi kalangan ekonomi menengah ke atas di SPBU Kebun Cengkeh, Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon Maluku pada Jumat (26/08/2022). 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Lebih dari 80 persen anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite selama ini dikonsumsi 30 persen oleh penduduk terkaya di Indonesia.

Hal ini telah disinggung Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite VI DPD RI, Kamis (25/8/2022).

Kabar ini menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya Kota Ambon.

Salah satunya, seorang Tukang Ojek, Arkan yang merasa keberatan, sebab BBM Subsidi yang tak tepat sasaran.

"Menurut saya tidak bagus yang punya jabatan jabatan tinggi mereka dapat (BBM subsidi) karena itu seharusnya untuk masyarkat bawah saja,” tutur Arkan, Jumat (26/8/2022).

PEMILU 2024: Tukang Ojek, Arkan menolak aturan eks koruptor mencalonkan diri sebagai caleg, karena dinilai tidak layak menjadi pemimpin di negara ini.
PEMILU 2024: Tukang Ojek, Arkan menolak aturan eks koruptor mencalonkan diri sebagai caleg, karena dinilai tidak layak menjadi pemimpin di negara ini. (TribunAmbon.com)

Subsidi yang tak tepat sasaran tersebut pun dirasakan oleh para Sopir Angkutan Kota (angkot) di Ambon.

Sopir Angkot Ambon sangat keberatan mengenai BBM subsidi yang masih bisa d nikmati masyarakat ekonomi menengah ke atas.

"Masalah yang ekonomi atas masih pakai subsidi kalo dibilang keberatan ya keberatan. Tapi kita masyarakat kecil ya mau bikin apa,” tutur Sopir Angkot, Ishak.

Ishak pun menabahkan, itu kebijakan pemerintah seharunya yang memperhatikan agar subsidi BBM tidak salah sasaran.

Hal ini juga sempat dikatakan Mentri Keuangan Sri Mulyani yang menurutnya penyaluran subsidi BBM tidak tepat sasaran karena menggunakan skema subsidi barang.

Alhasil, menyebabkan BBM bersubsidi banyak dinikmati orang yang berekonomi mampu.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved