Breaking News:

Ambon Terkini

Diduga Sebarkan Foto dan Video Syur Pacar, Yoel Rahakbauw Disidangkan

Yoel Rahakbauw didakwa atas pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma)
Ilustrasi UU ITE: Yoel Rahakbauw, salah seorang pemuda di Batu Gantung, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon disidangkan, karena diduga sebarkan foto dan video syur pacar di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Yoel Rahakbauw, salah seorang pemuda di Batu Gantung, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon disidangkan, karena diduga sebarkan foto dan video syur pacar di media sosial.

Yoel Rahakbauw didakwa atas pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selvia Hattu dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa
pada bulan November 2021 sampai Maret 2022 tepat di kediamannya, Yoel Rahakbauw membuat postingan yang tidak pantas melalui akun Facebook yang ditunjukkan kepada korban inisial MFS.

JPU menerangkan, terdakwa dan saksi korban MFS menjalin hubungan pacaran sejak tahun 2020 hingga 2021.

Pada Juni 2021, terdakwa menelpon korban dan meminta korban untuk mengikuti terdakwa yang berada di kota Fak-fak.

Karena korban tidak menuruti permintaannya, terdakwa kemudian memaki-maki korban, mengancam akan menyebarkan foto dan video korban yang tidak mengenakan busana melalui Facebook.

Saat itu, terdakwa kemudian membuat akun Facebook palsu dengan nama Namlea Tuhaha dan kemudian terdakwa memposting status dengan kalimat tak pantas disertakan dengan foto profil saksi korban MFS.

Tak puas dengan postingan Facebook, terdakwa kembali menghubungi korban MFS melalui Whatsapp dan mengirimkan beberapa foto dan video hasil rekaman tampilan video call yang memperlihatkan terdakwa dan korban saat beradegan dewasa.

Hari Ini, Berkas Perkara 4 Tersangka Pembunuhanan Brigadir J Dilimpahkan ke Kejaksaan

Mengetahui hal itu, keluarga korban, saksi Evi Solissa, memberitahukan kepada korban beserta orang tua korban.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 25 ayat (1) undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik" ungkap JPU.

Usai mendengarkan dakwaan JPU majelis hakim, Orpha Martina Cs, menunda sidang hingga Pekan depan dengan agenda keterangan saksi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved