Breaking News:

Maluku Terkini

Di Baileo Soekarno Masohi, Fahri Hamzah Ceritakan Maluku dalam Sejarah Kebangsaan Indonesia

Masyarakat Maluku kata Fahri Hamzah, ikut merasakan penderitaan saat pendudukan kolonialisme hingga terlibat dalam perlawanan menuju Indonesia Merdeka

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia saat menyampaikan sambutan agenda Sarasehan Kebangsaan di Kota Masohi, Maluku Tengah. Selasa (16/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Di Baileo Soekarno Kota Masohi, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menceritakan sekilas tentang Maluku dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

Masyarakat Maluku kata Fahri Hamzah, ikut merasakan penderitaan saat pendudukan kolonialisme hingga terlibat dalam perlawanan menuju Indonesia Merdeka.

Hingga kemudian Maluku menjadi satu dari delapan provinsi pembentuk NKRI.

"Karena alkisah pembentukan negara kita itu, memang menuliskan dan menggambarkan bagaimana penderitaan orang orang yang ada disini akibat daripada kolonialisme," kata Mantan Wakil Ketua DPRD RI itu dihadapan pengurus dan simpatisan Partai Gelora yang menghadiri sarasehan Kebangsaan, Selasa (16/8/2022).

Lanjutnya, sejarah kebangsaan itu kemudian mengharuskan pemerintah untuk tidak melupakan provinsi berjuluk Raja Raja ini dalam pembangunan.

Apalagi, sumber daya alam Maluku sangat melimpah.

"Karena awal muasalnya itu dari timur sini. Ini pulau rempah kan semua. Jadi Eropa itu  pernah menghadapi suatu kenyataan bahwa produk yang mereka butuhkan itu adalah rempah. Seperti ya pala, ya cengkeh dan lain lainnya itu," terang Fahri.

Baca juga: Bodewin Wattimena Sebut Tak Ada Kelangkaan Minyak Tanah di Kota Ambon

Baca juga: Akhirnya Berdamai, Rustam Tukoboya Tarik Laporan atas Ramli Umasugi

Dia pun menegaskan, Maluku harus dianggap penting, bukan malah melupakan.

"Makannya saya dengan berani mengatakan, kalau mau memindahkan Ibu Kota Negara, harusnya kan dipindahkan ke Maluku ini dan bukan ke barat," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal berharap kehadiran Fahri Hamzah di Bumi Pamahanu Nusa itu bisa menginspirasi politikus serta anak muda.

"Senantiasa menguatkan demokrasi, membangun ide atau gagasan keindonesiaan yang holistic, serta membumikan tradisi intelektual di kalangan millennial di daerah ini," kata Tuasikal.

Dia pun berharap semangat perjuangan kemerdekaan dapat terus digelorakan dalam pembangunan Indonesia.

"Saya berharap pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun 2022, kita semua harus selalu menjaga keutuhan bangsa dan Negara, selalu terpatri jiwa dan semangat nilai-nilai pancasila serta selalu mempertahankan tanah air, bangsa dan negara," harap Bupati.

Sarasehan bersama Fahri Hamzah dihadiri Bupati Maluku Tengah, Koordinator Wilayah Maluku, Sadli Matta dan seluruh Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemda setempat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved