Breaking News:

Semarak Agustus 2022

Semarak Agustusan di Maluku Tengah, 200 Anak & 20 Guru PAUD Ikut Lomba Mewarnai dan Kolase

Kata dia, perlu menanamkan pengetahuan sejak dini bagi anak tentang perjuangan para pendahulu dalam mendeklarasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republ

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Lukman
HUT RI: Anak-anak tampak serius mengikuti lomba mewarnai di Gedung Perpustakaan Daerah, Kota Masohi, Senin (15/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribun Ambon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 200 anak usia dini dan 20 orang guru PAUD dari sejumlah TK/PAUD dari lima kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengikuti lomba mewarnai dan Kolase di Kota Masohi, Senin (15/8/2022).

Lomba Himpunana Pendidik dan Ketanagaan Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Malteng itu diselenggarakan dalam rangka semarakan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2022 mendatang.

Ketua HIMPAUDI Malteng, Siti Tuatoy menyebutkan, lima kecamatan yang turut terlibat, yakni Kecamatan Kota Masohi, Amahai, Tehoru, Teon Nila Serua (TNS) dan Kecamatan Teluk Elpaputih.

Kata dia, perlu menanamkan pengetahuan sejak dini bagi anak tentang perjuangan para pendahulu dalam mendeklarasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepatnya 77 tahun lalu.

"Kenapa di bulan Agustus? Biar sejak dini, anak anak itu mengenal Agustus sebagai Bulan Kemerdekaan Negara kita," jelas Tuatoy.

Kata dia, lomba ini digelar selain untuk mengasah kreativitas dan menggali bakat anak sejak dini, juga bermanfaat untuk melatih anak mandiri, melatih kemampuan fokus, disiplin, lapang dada dan berkenalan dengan lingkungan baru.

"Melatih anak mandiri sama sekali tak mudah jika tidak dibiasakan sejak usia emas yaitu rentang usia satu sampai lima tahun," katanya.

Lanjutnya, di usia ini biasanya anak sangat bergantung dengan orangtuanya.

Mini Bus Agia Masuk Jurang di Bula-SBT, Pengemudi Belum Diketahui

Meski begitu, penting sekali bagi orang tua untuk membiarkan anak sesekali beraktifitas yang tidak melibatkan siapapun.

"Salah satunya dengan cara mengikuti perlombaan di mana anak harus berusaha menyelesaikan sendiri tanpa bantuan orang tua maupun guru," tukasnya.

Sementara itu, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (Bunda PAUD) Maluku Tengah, Amien Ru'ati Tuasikal menyebutkan, Lomba kolase untuk para guru dan mewarnai untuk anak anak. Mewarnai adalah kegiatan yang dapat mengasah kreatifitas anak.

Manfaatnya, selain mengasah kreativitas anak, mewarnai juga merupakan salah satu seni yang disukai anak, serta mudah untuk dipelajari.

"Selain itu mewarnai dapat menstimulasi kinerja otak kanan yang sangat penting bagi kecerdasan anak," ungkap Ru'ati saat membuka kegiatan itu.

Tujuan utama dari lomba mewarnai juga kata dia, bukanlah untuk memenangkan piala atau hadiah, namun keterlibatan anak dalam sebuah kegiatan di luar dari peran keluarga dan sekolah adalah suatu pencapaian yang sangat baik bagi anak usia dini.

"Hal ini akan berdampak pula ketika ia berusia remaja hingga dewasa kelak," jelas Ru'ati.

Lanjutnya, kegiatan mewarnai bagi anak usia dini bisa dilakukan dalam berbagai suasana baik di lingkungan prasekolah, di rumah, atau di lingkungan umum. Masing-masing memberikan dampak yang berbeda bagi anak usia dini.

Salah satu kegiatan yang berpotensi memberikan banyak manfaat positif bagi anak usia dini adalah lomba mewarnai.

"Tidak hanya bermanfaat bagi si pemenang lomba tapi juga baik untuk peserta yang berhasil mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan baik," tutup Ru'ati.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved