Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pertahankan Status Ambon Bebas Malaria, Bodewin Wattimena Butuh Partisipasi Semua Pihak

Bodewin Wattimena mengakui upaya mempertahankan status Ambon bebas Malaria jauh lebih sulit dari pada menerima

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pemkot Ambon
Pertemuan Lintas Sektor untuk mempertahankan status Ambon bebas Malaria di Hotel Marina Ambon, Jumat (12/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) berupaya terus mempertahankan status Kota Ambon bebas Malaria.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengakui upaya mempertahankan status Ambon bebas Malaria jauh lebih sulit. 

Sehingga untuk mempertahankan status Ambon bebas Malaria membutuhkan partisipasi dari semua pihak.

“Kalau kemarin kita memperoleh status Eliminasi Malaria, sekarang kita berupaya lebih keras mempertahankan status ini, karena itu kita butuh dukungan berbagai pihak untuk membantu upaya Ambon bebas Malaria,” kata Bodewin Wattimena dalam Pertemuan Lintas Sektor Tentang Eliminasi Malaria, di Hotel Marina Ambon, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Antisipasi Roboh, PLN UP3 Ambon Bakal Ganti Tiang Listrik Sepanjang Pasar Mardika - Ongkoliong

Baca juga: Akan Ada Truk Pengangkut Sampah Setiap Hari di Ahuru-Ambon, Masyarakat Diimbau Jaga Lingkungan

Dijelaskan, status tersebut disandang sejak 31 Mei 2022, berdasarkan sertifikat Eliminasi Malaria yang diberikan oleh Menteri Kesehatan RI pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Mandalika, Provinsi NTB.

Dengan ini, Pemkot Ambon telah menyatakan komitmen untuk eliminasi Malaria, yang dituangkan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Eliminasi Malaria.

Lewat peraturan itu, menjadikan Kota Ambon menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Maluku yang memiliki Perda tentang Eliminasi Malaria

“Selain itu dari 11 kabupaten/Kota yang ada di Maluku, Kota Ambon menjadi yang pertama menerima sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI berdasarkan penilaian dari WHO,” beber Wattimena.

Dirinya mengatakan, upaya mempertahankan Status Eliminasi Malaria dilakukan dengan strategi pemeliharaan dan pencegahan, sehingga kasus malaria impor tidak berkembang menjadi kasus indigenous atau kasus penularan lokal.

“Dukungan kegiatan melalui dana desa, pembangunan wilayah kota, pembangunan sektor pariwisata yang berwawasan lingkungan, pengawasan kepada pelaku wisata baik domestik maupun mancanegara, para pekerja migran ,pengawasan kepada pasukan yang ditugaskan di perbatasan negara yang endemis malaria, dan tugas pengamanan lainnya,” terangnya.

Sekretaris DPRD Maluku itu berharap dengan digelarnya petemuan lintas Sektor, maka koordinasi pemangku kepentingan untuk Kota Ambon bebas malaria dapat terus dipertahankan.

Diketahui, Pertemuan Lintas Sektor terkait Eliminasi Malaria, turut dihairi oleh Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Kesdam XVI Pattimura, Diskes Lantamal IX Ambon, Biddokkes Polda Maluku, Pimpinan OPD, para Camat, TP – PKK Kota Ambon, dan Yayasan Kanjoli Terang Maluku

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved