Breaking News:

Emas Gunung Botak

Dinilai Dukung Aktivitas PETI, DPD IMM Maluku Minta Kapolres Buru Dicopot, Ohoirat; Dugaan Itu Salah

Menurutnya, kawasan tambang emas Gunung Botak sangat luas, sehingga para penambang bebas masuk dari mana saja untuk beraktivitas.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Alfin
GUNUNG BOTAK: Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat mengungkapkan, selama ini pihaknya, khususnya Polres Buru telah mengambil langkah kongkrit dalam penanganan aktivitas PETI. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku, rencananya akan berunjuk rasa terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Unjuk rasa itu didasari dugaan aktivitas ilegal di Gunung Botal didukung Kapolres Buru.

Sehingga salah satu poin tuntutan mereka yakni, meminta Kapolres Buru harus dicopot dari jabatannya.

Menanggapi edaran rencana aksi itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat mengungkapkan, selama ini pihaknya, khususnya Polres Buru telah mengambil langkah kongkrit dalam penanganan aktivitas PETI.

"Operasi penertiban PETI gencar dilaksanakan aparat Polri dibantu TNI. Bahkan, sejumlah penambang hingga para pengusaha ilegal pengolahan emas ditangkap dan ditindak tegas sejak tahun 2021 hingga 2022," kata Ohoirat, Minggu (7/8/2022).

Menurutnya, kawasan tambang emas Gunung Botak sangat luas, sehingga para penambang bebas masuk dari mana saja untuk beraktivitas.

Baca juga: Sebabkan Pencemaran Lingkungan di Kawasan Gunung Botak, Polisi Buru: Akan Kami Ungkap & Proses Hukum

"Banyak jalur tikus yang digunakan para penambang, sehingga membuat aparat kesulitan melaksanakan pengawasan 1x24 jam, namun berbagai upaya untuk meminimalisir masuknya para penambang terus dilakukan Polres Buru," ujarnya.

Ohoirat menjelaskan, sejak 2015 ditutup, lokasi tambang emas dijaga ketat aparat gabungan TNI dan Polri, dan sejumlah pos pengamanan dibangun di tiap jalur atau pintu masuk.

Namun, pada 2019, anggaran operasional pengamanan kawasan tambangan emas Gunung Botak mulai dihentikan Pemerintah Daerah Maluku.

Meski demikian upaya untuk menekan masuknya para penambang terus dilaksanakan Polda Maluku, terutama Polres Buru secara mandiri, baik melalui patroli keliling, maupun operasi penertiban.

"Sejak Tahun 2021-2022, berbagai upaya penertiban dibuat Polri dibantu TNI, dan itu hampir setiap bulan ada razia," ungkapnya.

Dikatakan, selain penertiban, Polres Buru berhasil menangkap pelaku penyelundupan bahan kimia berbahaya, seperti material batu cinabar dan merkuri.

"Bahan kimia yang diungkap ini adalah bahan untuk pengolahan material emas. Ada 7 kasus diungkap dengan jumlah tersangka ditahan sebanyak 9 orang, baik penambang, maupun pengusaha penyelundupan," terang Ohoirat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved