Breaking News:

Korupsi Dana Desa

Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Ini Motif Kades Fatlabata – Aru

Romi Prasetiya Niti Sasmito mengatakan selaku Kepala Desa Fatlabata, tersangka tidak tertib dalam menggunakan Dana Desa Tahun anggaran 2020

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Kejari Aru
Konferensi Pers Kejari Aru terkait kasus korupsi Dana Desa Fatlabata, di Kantor Kejari Aru, Jumat (5/8/2022). Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Ini Motif Kades Fatlabata – Aru, Bangun Rumah Pelajar di Tanah Pribadi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Desa Fatlabata, Thomas Kamarkay (TK) telah ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi dana desa Fatlabata, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, tahun anggaran 2020 yang dipergunakan untuk membangun Rumah Pelajar Desa Fatlabata di Dobo.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aru, Romi Prasetiya Niti Sasmito mengatakan selaku Kepala Desa Fatlabata, tersangka tidak tertib dalam menggunakan Dana Desa Tahun anggaran 2020 dengan membuat pertanggungjawaban yang tidak sesuai.

Termasuk tidak menyetorkan kembali uang sisa pembangunan Desa.

Dijelaskannya, Tahun 2020 terdapat pembangunan Rumah Pelajar Desa Fatlabata di Dobo yang bersumber dari Dana Desa dengan nilai anggaran semula sejumlah Rp. 412.436.000.

Kemudian dirubah melalui APBDes perubahan sejumlah Rp. 412.425.000.

Untuk Pembangunan Rumah Pelajar tersebut juga tak dibangun diatas tanah milik Desa melainkan di tanah pribadi tersangka.

Baca juga: Kepala Desa Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Fatlabata - Aru

Baca juga: Sirjhon  Slarmanat Sebut Tak Terjadi Kelangkaan Minyak Tanah di Ambon, tapi Ada Indikasinya

Pasalnya, Desa tak memiliki aset tanah di Dobo.

“Bahwa Tersangka membangunan Rumah Singgah/Rumah Pelajar Desa Fatlabata diatas tanah miliknya sendiri yang telah disertifikatkan pada tahun 2019 dan tidak dilakukan hibah maupun pengalihan kepada aset Desa Fatlabata,” kata Romi dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

Lanjutnya, pembangunan Rumah Pelajar Desa Fatlabata tersebut yang seharusnya telah jadi hingga kini belum selesai dan tidak dapat dipergunakan.

Padahal anggaran Dana Desa yang dipergunakan untuk Pembangunan Rumah Pelajar Desa Fatlabata itu telah dicairkan 100 persen.

"Uang pembangunan Rumah Pelajar tersebut oleh tersangka justru dititipkan kepada pihak penyedia bahan bangunan rumah pelajar dan tidak melibatkan Kaur Pembangunan Desa Fatlabata," tambah Romi.

Tersangka bahkan dalam mengganti kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBDes Desa Fatlabata Tahun 2020 tidak melalui musyawarah.

“Selaku Kepala Desa, tersangka tidak tertib dalam menggunakan Dana Desa Tahun anggaran 2020 dengan membuat pertanggungjawaban yang tidak sesuai serta tidak menyetorkan kembali uang sisa pembangunan Desa,” ungkap Romi.

Berdasarkan perhitungan sementara, Negara mengalami kerugian keuangan Negara hingga Rp 412.436.000.

“Kerugian negara sementara kurang lebih sebesar Rp 412.436.000 dan masih menunggu hasil perhitungan dari Ahli Fisik pada Dinas PUPR dan Ahli Inspektorat," tandasnya.

Saat ini, tersangka telah ditahan di Rutan Polres Kepulauan Aru selama 20 hari kedepan, mulai Rabu (4/8/2022).

Tersangka di sangkakan melanggar Primair Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved