Breaking News:

Ambon Terkini

BPOM Imbau Warga Ambon Cek Klik Produk agar Terhindar dari Kosmetik Ilegal Berbahaya

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek setiap produk yang dibeli.

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / BPOM Ambon
AMBON: Penyitaan kosmetik ilegal disejumlah distributor, toko, hingga onlineshop di Ambon selama bulan Juli 2022 oleh BPOM Ambon. 

TRIBUNAMBON.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek setiap produk yang dibeli.

Cek Klik dilakukan agar masyarakat terhindar  dari penggunaan produk berbahaya.

Pasalnya, banyak produk kosmetik ilegal yang beredar di Kota Ambon saat ini.

"Kepada masyarakat, stakeholder, dan pemangku kepentingan diimbau agar selalu melakukan CEK KLIK sebelum membeli dan/atau menggunakan produk obat dan makanan," imbau Kepala BPOM Ambon, Hermanto, Kamis (4/8/2022).

Bahkan, BPOM Ambon menyita sebanyak 14.940 kemasan Kosmetik Ilegal atau Tanpa Izin Edar (TIE) selama Juni 2022 ini.

"Untuk kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) sebanyak 240 item atau 4.940 kemasan dengan nilai Rp 151.425.500," sebut dia.

Penertiban tersebut, lanjut Hermanto, untuk menurunkan tingkat perederan kosmetik ilegal guna melindungi masyarakat.

Baca juga: Usai Disita BPOM Ambon, Belasan Ribu Kosmetik Ilegal dan Kadaluarsa Dimusnahkan

"Ini sebagai upaya menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dalam rangka perlindungan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik yang Tidak memenuhi Ketentuan (TMK)," jelas Hermanto.

Tak hanya kosmetik ilegal, BPOM Ambon juga menemukan Kosmetik kedaluwarsa sebanyak 63 item atau 250 kemasan dengan nilai Rp. 19.354.000.

Serta Produk Non Kosmetik atau Obat Tradisional TIE sebanyak 4 item atau 127 kemasan dengan nilai Rp 1.628.000.

Dengan total keseluruhan 15.190 kemasan atau 303 item dengan nilai Rp.170.770.500.

"Jenis kosmetik TMK yang ditemukan sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya adalah sediaan rias wajah, dan sediaan obat tradisional TMK adalah sediaan cairan obat luar, serbuk, dan antiseptik," tambah Hermanto.

Seluruh produk tersebut didapat dari 14 fasilitas distribusi kosmetik yang tak memenuhi ketentuan dari 38 Fasilitas yang diperiksa.

Tak hanya Swalayan tapi Salon, onlineshop, dan Toko atau Kios juga diperiksa.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved