Breaking News:

Cuaca Ekstrem Maluku

BPBD Maluku Tengah Catat Dampak Banjir Negeri Haruku, 28 Rumah Rusak, 11 Diantaranya Rusak Berat

Dari jumlah tersebut, BPBD Maluku tengah mendata 11 diantaranya rusak berat, empat rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Lukman
Banjir di Negeri Haruku, Maluku Tengah, Sabtu (30/7/2022). BPBD Catat Dampak Banjir Negeri Haruku, 28 Rumah Rusak, 11 Diantaranya Rusak Berat 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, mendata 28 rumah warga rusak dampak banjir di Negeri Haruku, Sabtu (30/7/2022)

Dari jumlah tersebut, 11 diantaranya rusak berat, empat rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

"Akibat banjir itu, 11 rumah rusak berat 4 rusak sedang 13 rusak ringan,"kata Kepala  Sub Bidang Kaji Cepat, BPBD Maluku Tengah, Umar Sopalatu di Ruang Kerjanya, Jumat (5/8/2022).

Diberitakan, akibat luapan dua sungai di negeri Haruku, sebanyak 200 unit rumah dilaporkan terendam banjir sementara 750 orang memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Kepala Kecamatan Pulau Haruku, Moh. Havid Latuconsina mengatakan, banjir juga menyeret material berat seperti pohon kayu hingga bebatuan dan menimpah rumah warga hingga menyebabkan 50 rumah warga rusak berat.

Baca juga: Penertiban Pasar Mardika Hari ke-4; Selanjutnya Bakal Dibuat Pos Terpadu

Baca juga: Berburu Pertalite, Pengendara Antre Berjam-jam di SPBU Mako - Pulau Buru

"Rumah yang terendam sebanyak 150 unit terdiri dari 100 rusak ringan, 50 rusak berat dan jumlah warga yang sementara mengungsi sebanyak 750 orang. Baik ada di rumah warga lain atau mengungsi di kantor Desa," ungkap Latuconsina melalui pesan WhatsApp, Sabtu 30 Juli 2022. 

Namun, setelah tim kaji cepat BPBD Maluku Tengah mninjau lokasi dan mendata ulang jumlah kerusakan, tercatat hanya sebanyak 28 unit yang rusak dengan rincian sebagai berikut,

Selain rumah warga, tim kaji cepat juga mencatat, sejumlah fasilitas umum seperti, Sekolah TK, hingga talut pantai ruas jalan dan talut sungai juga ikut rusak.

"Selain itu ada juga sekolah TK yang rusak berat, jalan dan jembatan hingga talut pantai ada sekitar 100 meter, talut sungai juga ada kurang lebih 100 meter itu juga rusak," tutup Umar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved