Breaking News:

Maluku Terkini

Presentase Jasa Pelayanan Tidak Penuhi Kesepakatan Bersama, 4 Dokter RSUD Haulussy Undurkan Diri

Salah seorang perwakilan Tim Jasa RSUD Haulussy, Isabella Huliselan mengungkapkan, pengunduran diri para dokter itu diakibatkan presentasi operasional

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Dedy
MALUKU: Rapat komisi IV DPRD Maluku, terkait persoalan bagi persentase jasa di RSUD Maluku, Kamis (4/8/2022) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Setidaknya ada empat dokter yang telah menyatakan undurkan diri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M Haulussy.

Hal itu diungkapkan Tim Jasa RSUD Haulussy di hadapan Wakil Rakyat dalam rapat Komisi IV DPRD Maluku, Kamis (4/8/2022) pagi.

Salah seorang perwakilan Tim Jasa RSUD Haulussy, Isabella Huliselan mengungkapkan, pengunduran diri para dokter itu diakibatkan presentase operasional jasa pelayanan yang tidak memenuhi kesepakatan bersama dengan Ketua Tim, Helfi Nikijuluw.

"Uang masuk dibagi dua operasional dengan nilai 63 persen dan jasa pelayanan dengan nilai 37 persen yang berlaku untuk BPJS dan Perda," ungkap Huliselan.

Hal tersebut dipicu oleh permintaan Direktur RSUD Haulussy yang dinilai tak masuk akal.

Direktur RSUD, Nasaruddin mematok mendapatkan jasa sebesar 2 persen dengan nilai nominal Rp.25 juta atau lebih besar dari dokter spesialis.

Sebutnya, diperuntukkan bagi Dokter, Perawat, Bidan, Analis, Radiografer, Rekam Medik, Rehab Medik dan struktur yang terdiri dari Direktur, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Instalasi, Komite Keperawatan, Komite Medik, IPCN dan Administrasi, Jasa Pelayanan tersebut dijadikan 100 Persen dan dibagikan kepada jasa medis.

"Sebelum itu untuk jasa medis dibayarkan sebesar 86 persen, untuk struktural berkisar 7 persen, sisanya adminitrasi dan instalasi, setelah masuk jasa struktural 7 persen diturunkan menjadi 2.5 persen kenapa karena ketika terjadi konversi jasa struktural itu tidak terkena imbas yang terkena secara langsung itu tenaga medis," ungkapnya.

Jadi, dengan total 7 persen tersebut dibagi menjadi 53 orang, sedangkan 6 instalasi dengan jumlah 120 orang mendapatkan 3 persen dan tim merasa pembangian tersebut tidak adil.

"Menurut kami itu adil masa 120 orang membagi 3 persen sedangkan 53 orang membagi 7 persen sehingga struktural 4 persen itu diturunkan menjadi 2.5 persen dan dimasukan ke instalasi menjadi 6 persen," tandasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved