Breaking News:

Nasional

Pekan Depan, Kemendagri Bakal Kirim 1.000 Ton Minyak Goreng ke Maluku & Papua

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, hal itu dilakukan agar harga jual minyak goreng di kedua wilayah itu dapat kembali turun.

Editor: Adjeng Hatalea
freepik
Update Harga Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret 

TRIBUNAMBON.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI akan mengirimkan 1.000 ton minyak goreng ke Maluku dan Papua pekan depan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, hal itu dilakukan agar harga jual minyak goreng di kedua wilayah itu dapat kembali turun.

Pasalnya, di Maluku sendiri harga minyak goreng masih di angka Rp. 17.000 per liter.

"Jadi dua mingguan lagi saya kira sudah sama. Sekarang Rp 17.000 di Maluku. Dua minggu lagi kalau masuk 4 jenis barang-barang tu, karena di Papua enggak bisa curah kan, dia harus kemasan," tutur Zulkifli.

"Nah kemasannya baru jadi. Kemasan sederhana. Kalau curah bawanya susah," kata dia. 

Sementara di daerah lain, seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan akan diupayakan dalam dua pekan ini harga minyak curah diratakan Rp. 14.000

"Dua minggu (ke depan) sudah bisa (merata) Rp 14.000," ujar Zulkifli.

Baca juga: Dua Pekan Lagi, Harga Minyak Goreng Curah Dipastikan Merata Rp 14.000, Kecuali di Maluku & Papua

Di sela-sela ratas, Zulkifli mengaku melaporkan perkembangan harga minyak goreng curah terkini kepada Presiden Joko Widodo.

"Tadi saya juga laporan, perintah Presiden waktu saya jadi menteri, dua bulan minyak curah, minyak kemasan sederhana (bisa) Rp 14.000. Alhamdulillah (dalam) dua minggu sudah Rp 14.000 di Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan," kata Zulkifli.

Dengan begitu, menurut dia, hanya tersisa wilayah Papua, Sulawesi, dan Maluku yang belum mengalami penurunan harga minyak goreng.

Selain soal harga minyak goreng, Zulkifli juga melaporkan kondisi terakhir harga tandan buah segar (TBS) sawit kepada Presiden Jokowi.

Sebab, pada dua pekan lalu presiden meminta agar harga TBS bisa dinaikkan di atas Rp 2.000.

"Hari ini sebagian sudah di atas Rp 2.000, sebagian masih Rp 1.700. Saya sudah janji dua minggu lagi TBS bisa di atas Rp 2.000," kata dia.

Oleh karena itu, Kemendag akan melakukan sejumlah strategi. Pertama, menunda kenaikan pungutan ekspor sebesar 200 dollar AS.

Dengan demikian, harga TBS bisa naik Rp 600. Kedua, pemerintah mengurangi pajak sebesar 230 dollar AS sehingga harga TBS kembali naik sebesar Rp 630.

"Artinya harga TBS itu sekurang-kuragnya Rp 1.230 ditambah Rp 1.250 sama dengan Rp 2.480," ujar Zulkifli.

"Nah sekarang di Riau sudah Rp 2.100, di Jambi masih Rp 1.700-an. Satu minggu, dua minggu ke depan sudah di atas Rp 2.000 sudah rata-rata," kata dia.

(Kompas.com / Dian Erika Nugraheny / Icha Rastika)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved