Breaking News:

Ambon Hari Ini

Koperasi di Umur Berlian, Wattimena; Harus Tetap Eksis di Tengah Tantangan Globalisasi

Demikian disampaikan Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam syukuran Hari Koperasi Nasional Ke -75 yang jatuh pada 12 Juli 2022

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pemkot Ambon
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam syukuran Hari Koperasi Nasional Ke -75, Jumat (29/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Memasuki umur berlian atau ke-75 Tahun, koperasi harus tetap eksis dan berkembang di tengah – tengah tantangan globalisasi.

Demikian disampaikan Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam syukuran Hari Koperasi Nasional Ke -75 yang jatuh pada 12 Juli 2022, namun diselenggarakan di Hotel Manise oleh Dinas Koperasi Kota Ambon bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kota Ambon, Jumat (29/7/2022).

“Gerakan koperasi menghadapi tantangan yang luar biasa, bukan hanya pandemi COVID-19 sejak 2 tahun lalu dan berdampak pada perekonomian, tetapi juga tantangan persaingan usaha karena hadirnya gerai – gerai swalayan modern, seperti Indomaret dan Alfamidi di Kota Ambon,” kata Wattimena.

Baca juga: Hari Ini, Bank Mandiri Digitalkan 241 Cabang Serentak di Seluruh Indonesia

Baca juga: Dicopot Louhenapessy, Upulatu Nikjuluw Minta Jabatan ASN Non Job Dikembalikan

Wattimena mengakui telah mendengar berbagai keluhan dan masukan mengenai dampak dari menjamurnya Indomaret dan Afamidi yang dianggap sebagai penyebab matinya Usaha Mikro Kecil (UMK) berupa kios – kios di pinggiran jalan.

“Tetapi inilah kenyataan, kita tidak bisa lagi kembali ke 2 atau 3 tahun lalu kemudian kita tidak mengizinkan Indomaret dan Alfamidi beroperasi di kota Ambon. Semua sudah jalan dan terjadi, lalu apakah sekarang ini kita akan duduk diam lalu meratapi nasib kita karena Indomaret atau Alfamidi? kan tidak,” lanjutnya.

Dikatakan agar tetap eksis, Koperasi dan UMK harus menganggap bahwa gerai gerai swalayan modern tersebut adalah kompetitor yang harus dihadapi.

“Kenyataannya seperti ini, tapi bagaimana kita berusaha untuk tetap eksis. Anggap saja merka pesaing kita, anggap saja mereka adalah lawan dalam sebuah kompetisi yang harus kita hadapi,” tambahnya.

Dijelaskannya, koperasi akan kuat menghadapi tantangan tersebut, jika para anggotanya tetap solid.

“Kalau usaha-usaha kecil yang kena imbas, saya bisa mengerti, tapi itu tidak boleh terjadi kepada Koperasi. Anggota koperasi harus tetap solid, karena koperasi dibangun atas kemauan bersama berdasarkan rasa senasib sepenanggungan, untuk membentuk usaha untuk menghidupi semua anggotanya,” jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved