Breaking News:

Travel

Nikmati Pemandangan Tanjung Martafons di Teluk Ambon, Ada Jasa Sewa Perahu

Memang indah jika dipandang dari atas JMP, namun pengalaman berbeda jika Anda menikmati indahnya Tanjung Martafons yang dikisahkan bak cerita romansa

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Di pelabuhan perahu Poka – Galala atau pelabuhan Galala - Poka, warga menawari jasa penyeberangan Teluk Ambon menggunakan perahu tradisional. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jika Anda pernah melewati Jembatan Merah Putih (JMP) pasti pandangannya tertuju pada keindahan Tanjung Martafons.

Adapun Tanjung Martafons ini terletak di Teluk Ambon Dalam, tepatnya di ujung Dermaga Poka.

Memang indah jika dipandang dari atas JMP, namun pengalaman berbeda jika Anda menikmati indahnya Tanjung Martafons yang dikisahkan bak cerita romansa Romeo dan Juliet itu dengan berkeliling Teluk Ambon menggunakan perahu.

Di pelabuhan perahu Poka – Galala atau pelabuhan Galala - Poka, warga menawari jasa sewa perahu untuk penyeberangan Teluk Ambon menggunakan perahu tradisional.

Tercatat ada 14 buah perahu tradisional yang beroperasional di kedua pelabuhan ini, tak banyak memang mengingat telah berdirinya JMP sejak tahun 2016 membuat masyarakat beralih ke transportasi lainnya.

Jasa susur Teluk Ambon ini ditawarkan dengan harga yang relatif murah yakni Rp 25 ribu per 30 menit.

Pengunjung diajak berkeliling teluk Ambon sambil menikmati pemandangan alam yang disajikan, sesekali pengunjung bisa melihat sejumlah ikan yang asik berenang di dalam air.

Nampak pula, pemandangan hutan bakau yang ada di sepanjang bibir pantai bagian dalam teluk yakni dari daerah Kate-kate hingga Passo.

AMBON: Eric Lesnussa, saat mendayung mengantarkan penumpang menyusuri Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (23/2/2021).
AMBON: Eric Lesnussa, saat mendayung mengantarkan penumpang menyusuri Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (23/2/2021). (TribunAmbon.com/Tanita)

Pengunjung juga bisa melihat dari dekat 2 buah tiang rambu suar yang menjadi alat bantu navigasi bagi kapal di malam hari untuk menandakan ada perairan dangkal.

Apabila kalian mulai dari pelabuhan perahu Poka, maka kalian akan diajak ke sebelah kiri dahulu yakni mengarah ke bagian dalam teluk.

Pengunjung akan melewati beberapa kerambah milik masyarakat setempat.

Mereka seringkali tersenyum dan menyapa setiap pengunjung yang lewat dengan perahu.

Sambil mendayung, sesekali pendayung membasahi rambut dan wajah mereka dengan air laut seolah meminta restu dari lautan untuk melindungi dan menjaga mereka.

Setelah mendekati area pelabuhan ferry Poka – Galala, perahu akan menyeberang ke arah Desa Galala dan bisa melihat lebih dekat kapal karam di daerah itu.

Setelah itu pengunjung akan melewati bagian bawah JMP dan kadang pengunjung dapat merasakan sensasi ombak kecil ketika ada kapal yang lewat di sebelah perahu pengunjung.

Pengunjung tak perlu takut datang saat siang hari karena pendayung menutupi bagian atas perahu agar tidak kepanasan, memang seadanya dengan bekas spanduk milik orang.

Untuk sensasi pemandangan yang lebih maksimal, pendayung menyarankan agar melakukan susur Teluk Ambon pada saat sore hari.

“Pemandangannya lebih bagus dan ada matahari sorenya juga, di foto juga tampak bagus,” Kata Eric Lesnussa, pendayung perahu asal Saparua.

Susur Teluk juga bisa lebih jauh hingga kebagian dalam area teluk tapi jangan lupa harganya pun berbeda.

Setelah melakukan susur teluk, pengunjung juga bisa berenang di sekitaran pantai, mereka dapat pula menikmati rujak, jajanan khas Ambon yang dijual warga setempat.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved