Breaking News:

Ambon Hari Ini

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokoan Sopir Angkot di Amplaz, 2 Pelaku Masih Buron

Dua tersangka pelaku pengeroyokan sopir di Amplaz sudah ditangkap. Sementara dua lainnya masih buron. Korban terluka parah.

Satreskim Polresta
Dua tersangka pelaku pengeroyokan sopir angkot di Amplaz. Dua pelaku lainnya hingga saat ini masih buron. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon akhirnya menangkap dua dari empat pelaku pengeroyokan sopir angkot di parkiran Amplaz, Ambon.

Dua tersangka pelaku pengeroyokan sopir di Amplaz ini langsung dijebloskan ke rumah tahanan Polsek Sirimau.

Kedua pelaku pengeroyokan berinisial U dan M berhasil ditangkap pada Sabtu (16/7/2022) lalu.

Dua tersangka yang ditangkap yakni U dan M saat ini mereka sudah dijerumuskan ke dalam rumah tahanan Polsek Sirimau.

Kasat Reskrim AKP Mido Manik mengatakan, tersangka diamankan atas perkara pengeroyokan yang dilakukan dengan memukul seorang sopir berinisial J .

"Mereka berdua sudah diamankan. Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban  yang mengaku dikeroyok oleh empat orang, " ujar Mido Manik, Kamis (21/7/2022) pagi.

Sementzara, dua pelaku lainnya berinisial B dan M masih dalam pencarian.

"Kasus ini juga baru dipublis karena tim masih lakukan penyelidikan,"ungkap dia.

Baca juga: Sopir angkot di Ambon Keluhkan Pembatasan Pengisian Pertalite di SPBU

Diketahui, pengeroyokan sopir di Ambon ini terjadi pada Jumat (15/7/2022) tepat di depan Amplaz.

Korban J mengalami luka berat karena parapelaku secara bersama - sama melakukan kekerasan.

Mido mengatakan, pelaku memukul korban berulang kali menggunakan benda berupa batu dan kepalan tangan yang mengenai ke arah kepala dan tubuh korban.

Sehingga korban mengalami luka berat dan hingga saat ini korban masih dirawat di rumah sakit.

"Korban alami luka robek pada bagian kepala kiri belakang, kelopak mata kiri, pelipis mata kanan, pada leher bagian atas serta luka memar di sekitar tubuh," ucap Mido.

Atas perbuatan tersebut kini kedua tersangka di jerat Pasal 170 ayat (2) Ke-2e KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (2) dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

"Perbuatan mereka masuk katagori kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka berat," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved